Kesejahteraan Pustakawan Perlu Perhatian Pemerintah

08-03-2019 / KOMISI X

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian memimpin pertemuan Tim Kunspek Komisi X DPR RI dengan mitra kerja terkait di Demak, Jateng. Foto: Devi/sf

 

 

Profesi pustakawan memegang peranan penting bagi perpustakaan, mulai dari tingkat desa, kabupaten, provinsi, maupun tingkat nasional. Oleh sebab itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mendorong agar kesejahteraan hidup para Pustakawan juga perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.

 

Selain itu, Hetifah juga menyampaikan bahwa fungsi Perpustakaan saat ini bukan hanya sebagai tempat menyimpan bahan pustaka buku dan tempat orang yang gemar membaca saja, tetapi  perpustakaan telah berkembang menjadi sebuah tempat bagi orang-orang yang ingin mencari ide untuk mewujudkan harapannya.

 

“Kita mendorong adanya pengembangan fungsi perpustakaan. Kami juga mendorong agar pemerintah daerah memiliki keberpihakan dalam hal pengalokasian anggarannya guna memajukan perpustakaan," tegas Hetifah saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI ke Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (08/3/2019).

 

Di sisi lain, lanjut politisi Fraksi Partai Golkar itu, masalah literasi dan daya minat baca di Indonesia juga masih belum meningkat. “Ini menjadi tugas bersama. Seperti kita ketahui bersama, tingkat literasi sekarang ini baru mencapai 41 persen dari jumlah penduduk. Belum lagi masalah kunjungan orang ke perpustakaan yang masih kurang dari 2 persen per hari dari jumlah penduduk Indonesia," jelasnya.

 

Ia menambahkan, tujuan kedatangan Komisi X DPR ke Demak adalah untuk mendapatkan informasi terkini mengenai implementasi Undang-Undang (UU) Perpustakaan, sekaligus mensosialisasikan UU Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR). “Di samping itu, kami juga ingin taHu bagaimana implementasi program deposit bahan pustaka dan masalah anggaran perpustakaan,” imbuhnya.

 

Dalam pertemuan antara Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI dengan beberapa stakeholder dan mitra kerja, beberapa pustakawan sempat menyampaikan berbagai keluhan dan kendala yang mereka hadapi di lapangan, diantaranya mengenai keterbatasan referensi buku. Oleh karenanya mereka berharap agar ada penambahan koleksi buku. (dep/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Perubahan UU Gerakan Pramuka Perkuat Karakter Bangsa
21-01-2020 / KOMISI X
Perubahan atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka diarahkan untuk memperkuat karakter bangsa seperti dicanangkan Pemerintah dalam revolusi...
UU SKN Sudah Saatnya Direvisi
21-01-2020 / KOMISI X
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mendukung penuh usaha untuk merevisi Undang-Undang (UU) Sistem Keolahragaan Nasional (SKN). Ia...
Komisi X Konsultasikan Dua RUU Kepada BK
20-01-2020 / KOMISI X
Komisi X DPR RI mengonsultasikan dua Rancangan Undang-Undang (RUU) kepada Badan Keahlian (BK) DPR RI. Dua RUU itu adalah RUU...
Perlu Sosialisasi Pelarangan Plastik di Sekolah
14-01-2020 / KOMISI X
Sosialisasi kampanye pelarangan penggunaan plastik di sekolah butuh sosialisasi masif. Ini penting dilakukan agar semua peserta didik termasuk tenaga kependidikan...