Komisi X Apresiasi Meningkatnya Minat Baca Masyarakat Indonesia

13-03-2019 / KOMISI X

Ketua Komisi X DPR RI Djoko Udjianto. Foto: Punto/rni
 

Ketua Komisi X DPR RI Djoko Udjianto mengapresiasi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia yang dinilai berhasil meningkatkan budaya baca dan literasi pada masyarakat Indonesia. Pasalnya, berdasar hasil survei oleh Inggris, terbukti bahwa minat baca di Indonesia sekarang 6 jam per minggu. Djoko menilai capaian tersebut merupakan prestasi yang luar biasa.

 

“Ini menandakan bahwa Perpusnas di dalam mensosialisasikan minat baca itu betul-betul berhasil. Terbukti bahwa minat baca di Indonesia sekarang 6 jam per minggu. Ini prestasi yang sangat luar biasa,” ujar Djoko usai memimpin Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Perpusnas RI beserta jajaran, di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

 

Legislator Partai Demokrat ini juga mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi juara kedua jumlah perpustakaan yang ada didunia. Djoko bangga, karena jumlah perpustakaan di Indonesia kini ada lebih dari 160.000. Meski memberikan apresiasi, Djoko mengingatkan agar capaian Perpusnas tersebut harus terus menjadi semangat untuk meningkatkan lebih lagi kualitas perpustakaan yang ada di daerah-daerah.

 

“Perpusnas dalam setiap tahunnya, harus memperbarui jumlah dan judul-judul buku yang ada di setiap perpustakaan yang tersebar di wilayah Indonesia. Sehingga, minat baca masyarakat Indonesia tidak menjadi turun, karena buku yang disediakan tiap tahun selalu diperbarui dan tidak usang,” tandas Djoko. 

 

Legislator dapil Jawa Tengah III ini juga meminta kepada Perpusnas untuk bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk semakin mendorong minat baca kepada masyarakat terutama di pedesaan. Pasalnya, saat ini, perpustakaan tidak hanya sekedar tempat membaca tetapi juga mendidik kreativitas.

 

“Saat kunjungan kerja spesifik yang lalu, Komisi X DPR mendapati adanya perpustakaan di daerah yang memberikan pengajaran untuk ekonomi kreatif, seperti membuat tas dan lain-lain. Jika ini dapat ditingkatkan melalui kerja sama dengan Bekraf, ini tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan,” ungkap Djoko.

 

Selain itu, Djoko berharap kepada Perpusnas agar juga bersinergi dengan Kepala Daerah. Mengingat, Kepala Daerah mempunyai banyak Dana Alokasi Khusus (DAK), yang dapat digunakan untuk  untuk membiayai perpustakaan di daerah.

 

“DAK itu salah satunya untuk membiayai perpustakaan di daerahnya. Kalau itu terwujud, pasti akan menambah kembali besarnya perpustakaan ini, baik dari segi jumlah judul buku maupun fasilitas sarana prasarananya. Jika dapat terwujud, maka minat baca di Indonesia akan semakin tinggi,” pungkas Djoko. (pun/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Generasi Milenial Harus Siap Hadapi Disrupsi
21-11-2019 / KOMISI X
Generasi milenial harus siap menghadapi disrupsi (perubahan aktivitas dari hal nyata ke dunia maya) yang kini masif terjadi. Organisasi kepemudaan...
Komisi X Segera Revisi UU Kepemudaan
21-11-2019 / KOMISI X
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan segera akan direvisi oleh Komisi X DPR RI. Revisi tersebut disetujui masuk dalam...
Akses Masyarakat Atas Perpustakaan Masih Rendah
19-11-2019 / KOMISI X
Minat baca dan literasi masyarakat Indonesia belum beranjak naik. Ini sangat memprihatinkan. Literasi yang rendah tersebut ternyata dipicu pula oleh...
Komisi X Konsultasikan ‘Omnibus Law’
14-11-2019 / KOMISI X
Regulasi di bidang pendidikan, kepemudaan, olahraga, hingga cagar budaya yang menjadi domain Komisi X DPR RI dikonsultasikan dengan Badan Keahlian...