BSSN Harus Mampu Deteksi Dini Serangan Siber

28-03-2019 / BADAN LEGISLASI

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Hermanto. Foto: Kresno/rni
 

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Hermanto mengatakan bahwa menjaga, memelihara keamanan dan ketahanan sebuah negara itu jauh lebih penting dibandingkan dengan segala-galanya. Untuk itu, ia mengharuskan jajaran Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mampu mendeteksi lebih awal terhadap serangan-serangan siber, terutama untuk mengacaukan pertahanan dan keaman negara.

 

“Atas dasar pemikiran itu, saya melihat serangan siber ini yang sebenarnya sangat sangat senyap dan sangat sepi. Hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahuinya. Serangan seperti ini ibarat serangan rayap terhadap bangunan yang terus merayap pelan-pelan, lama-lama tiba-tiba bangunan pokoknya runtuh,” ujar Hermanto saat Rapar Dengar Pendapat (RDP) Baleg dengan jajaran BSSN di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamir (28/3/2019).

 

Anggota Komisi IV DPR RI itu menilai bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang ketahanan, keamanan dan ketahanan siber harus memuat kemampuan dari teknologi yang dimiliki BSSN untuk mendeteksi lebih awal. "Di situ sebenarnya letaknya poin pentingnya, karena kalau kita tidak mampu mengatasi sejak awal, saya pikir kita sudah kebobolan segala-galanya. Jadi pertahanannya letaknya di sana," tambah Hermanto.

 

“Seberapa jauh sistem dan sumber daya manusia kita itu mendeteksi lebih awal dari mana serangan siber itu datang. Nah, kalau kita tidak mampu miliki ini, saya pikir ini nanti dalam undang-undang ini, harus dilakukan suatu penguatan tentang sistem seperti apa yang sudah bangun dan sumber daya seperti apa yang harus kita butuhkan," tegas Hermanto.

 

Politisi Fraksi PKS itu mengungkapkan peran BSSN memang dibutuhkan, sebagai salah satu konsekuensi dari pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dunia. Informasi dari orang per orang yang beredar saat ini sudah tidak mengenal jarak, bahkan bisa menyasar ke ranah yang sifatnya pribadi.

 

“Saya inginkan supaya badan ini mampu mendeteksi secara awal dan setelah mendeteksinya, juga mampu melumpuhkannya. Jadi bukan hanya sekadar mendeteksi, tapi juga mampu melumpuhkannya, dan mengusir. Sehingga serangan tersebut tidak lagi mampu masuk ke dalam sistem pertahanan kita," pungkas politisi dapil Sumatera Barat I itu.

 

Sementara itu, Kepala BSSN Djoko Setiadi menyampaikan bahwa saat ini BSSN telah membangun sistem deteksi dini atas serangan-serangan siber secara nasional. Untuk itu dibutuhkan regulasi atau undang-undang yang mengatur agar sistem tersebut dapat menjangkau seluruh penjuru Tanah Air. (es/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
RUU Daerah Kepulauan Minimalisir Kesenjangan Pembangunan
23-01-2020 / BADAN LEGISLASI
Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan diharapkan dapat meminimalisir kesenjangan pembangunan daerah yang wilayahnya didominasi pulau dengan dominan daratan. Wakil Ketua...
Peraturan Tatib Anggota DPR Perlu Diatur Ulang
20-01-2020 / BADAN LEGISLASI
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Firman Soebagyo menilai Rancangan Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib Anggota Dewan perlu disesuaikan...
Delegasi Buruh Mengadu ke Baleg DPR
20-01-2020 / BADAN LEGISLASI
Rencana membuat konsep regulasi dalam satu undang-undang tentang cipta lapangan kerja (CLK) yang populer disebut konsep Omnibus Law dikritik keras...
Pemerintah Diimbau Tak Berwacana Dalam Pembahasan ‘Omnibus Law’
17-01-2020 / BADAN LEGISLASI
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Willy Aditya mengimbau pada Pemerintah untuk tidak berwacana terkait pembahasan draf Rancangan Undang-Undang...