Kebutuhan Energi Nias Perlu Perhatian Khusus

29-03-2019 / KOMISI VII

Anggota Komisi VII DPR RI Denny Jaya Abri Yani. Foto: Taufan/rni

 

Anggota Komisi VII DPR RI Denny Jaya Abri Yani mengatakan, penyebab sulitnya konversi minyak tanah ke gas di Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara, disebabkan oleh harga gas yang masih relatif mahal. Selain itu adanya etakutan masyarakat terhadap gas, karena masih dianggap berbahaya. Sehingga hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus.

 

“Tidak mudah mengajak masyarakat di Kepulauan Nias ini berpindah dari minyak tanah ke gas karena beberapa faktor. Yang pertama harganya masih relatif mahal, kedua masyarakat sendiri masih takut berpindah ke gas karena masih dianggap membahayakan,” papar Denny saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Nias, Sumut, Rabu (27/3/2019).

 

Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tersebut menyampaikan harga gas di Kepulauan Nias masih sebesar Rp 28.000 sampai Rp 35.000 untuk ukuran gas Elpiji 3 kg. Sehingga masih dinilai memberatkan terhadap masyarakat. Untuk itu, Komisi VII DPR RI akan melakukan tindakan seperti pengecekan transportasi gas bersubsidi tersebut.

 

“Mengenai gas bersubsidi ini harganya masih sangat mahal berkisar Rp 28.000 sampai Rp 35.000 dan ini sangat memberakan untuk masyarakat Nias. Kita akan melakukan tindakan dengan mengecek langsung bagaimana proses pengirimannya dan transportasinya memadai atau tidak,” imbuh politisi dapil Jawa Barat IX ini. (tn/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pemerintah Dinilai Lamban Soal Pengembangan EBT
22-09-2020 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai pemerintah masih terkesan lamban dalam menjalankan mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Padahal...
Komisi VII Apresiasi Masukan terkait RUU EBT
22-09-2020 / KOMISI VII
Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto mengapresiasi masukan-masukan yang diberikan berbagai organisasi seperti Kamar Dagang Industri (Kadin), Tropical Landscape...
Anggota DPR Apresiasi Program Langit Biru Pertamina
21-09-2020 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Ratna Juwita Sari mengaku tertarik dan mengapresiasi Program Langit Biru Cilacap (PLBC) Pertamina yang pilot...
Pertamina Beda Interpretasi dalam Memahami Permen ESDM No. 42 Tahun 2018
21-09-2020 / KOMISI VII
Komisi VII DPR RI menerima aspirasi terkait Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 42 Tahun 2018...