Komisi V Dorong Percepatan Rehabilitasi Jalan Nasional Ruas Pangkep-Barru

04-04-2019 / KOMISI V

Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady. Foto: Oji/rni

 

Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady mendorong Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Sulawesi Selatan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar, DAN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) melakukan percepatan rehabilitasi jalan nasional ruas Pangkep-Barru. Pasalnya ruas jalan nasional Pangkep-Barru ini menjadi jalur utama tranportasi darat.

 

“Sehingga rehabilitasi yang sedang dikerjakan ini diharapkan dapat berjalan sesuai target,” ujar Hamka saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI meninjau progres rehabilitasi jalan nasional ruas Pangkep-Barru di Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (01/4/2019). Turut mendampingi Tim Kunker yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ibnu Munzir diantaranya  jajaran Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub serta Satker PJN Wilayah III Sulsel.

 

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, selama ini Komisi V DPR RI mendukung kegiatan rehabilitasi infrastruktur jalan nasional dalam rangka meningkatkan kualitas jalan. Kondisi jalan nasional punya andil dalam percepatan pembangunan ekonomi daerah. “Rehabilitasi jalan menggunakan beton (rigid) ini paling tidak butuh waktu sebulan untuk pengeringan. Ini perlu diantisipasi agar saat liburan Hari Raya Idul Fitri diharapkan semua perbaikan bisa selesai," tandas Hamka.

 

Sementara itu, Kepala BBPJN XIII Makassar Miftachul Munir mengapresiasi dukungan Komisi V DPR RI dalam proyek rehabilitasi jalan nasional ruas Pangkep-Barru. “Rehabilitasi jalan nasional Pangkep-Barru ini memperoleh dukungan APBN Tahun Anggaran 2019. Dengan kondisi untuk rekonstruksi mencapai sekitar 8 kilometer, sedangkan pemeliharaan rutin sepanjang 54 km,” ungkap Miftachul Munir dalam paparan singkatnya.

 

Lebih lanjut Munir menjelaskan, secara keseluruhan panjang jalan nasional di Sulsel sepanjang 1.745,92 km, dimana sepanjang 157,20 km (9 persen) dalam kondisi jalan rusak ringan dan rusak berat. Ada dua jenis jalan pengerasan jalan, di antaranya aspal dan rigid (beton). Berdasarkan jenis pengerasan, aspal 1.593,4 km dan Rigid 152,5 km. "Walau sedikit terkendala cuaca curah hujan yang masih cukup tinggi, namun kami berharap proyek rehabilitasi jalan Pangkep-Barru ini bisa selesai sesuai kalender kerja," tutupnya. (oji/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Hadapi Arus Mudik 2020, Perlu Koordinasi Lintas Kementerian
28-01-2020 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Bakri mengingatkan jajaran Pemerintah untuk lebih meningkatkan koordinasi antar kementerian dalam rangka mengatasi kepadatan lalu...
Komisi V Apresiasi Pengelolaan BUMDes Batu Cermin
27-01-2020 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Hasan Basri Agus mengapresiasi pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) oleh Pemerintah Desa Batu Cermin,...
Pengembangan SDM Labuan Bajo Harus Bersamaan Pembangunan Infrastruktur
27-01-2020 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Ansar Ahmad menyoroti pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, sebagai...
Jelang Pertemuan G20, Komisi V Tinjau Kesiapan Infrastruktur Labuan Bajo
25-01-2020 / KOMISI V
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menilai kondisi geografis sangat mempengaruhi infrastruktur di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur....