Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dipengaruhi Konsumsi dan Investasi

08-04-2019 / KOMISI XI

Anggota Komisi XI DPR RI Refrizal Foto : Arief/mr

 

Anggota Komisi XI DPR RI Refrizal menilai, tren positif pertumbuhan ekonomi nasional masih bisa terus berlanjut tahun 2019. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tahun ini diprediksi akan banyak dipengaruhi konsumsi dan investasi. Dua sektor ini diharapkan jadi motor penggeraknya. Selain itu, konsumsi pemerintah dan perdagangan internasional juga akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

 

“Perekonomian nasional pada tahun 2019 diperkirakan masih melanjutkan tren perbaikan dengan tumbuh sebesar 5,3 persen,” kata Refrizal usai memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Askrindo, di Kantor Perwakilan BI Sumatera Barat, Padang, baru-baru ini.

 

Pemerintah, lanjut legislator F-PKS itu, akan berupaya menjaga tingkat keyakinan masyarakat agar konsumsi, keberlangsungan usaha dan investasi tetap meningkat di tengah bangsa yang akan menggelar Pemilu serentak, baik Pemilihan Legislatif maupun Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Salah satu yang sedang digalakkan atas upaya tersebut adalah pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar ekonomi rakyat terus meningkat.

 

“Dengan pola KUR yang telah berjalan, kami dari Komisi XI DPR RI mengharapkan kinerja pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 akan mewujudkan lembaga perbankan sebagai agent of community development dan agent of asset distribution.  Perbankan harus tumbuh dan berkembang sebagai institusi yang mampu memberdayakan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan koperasi,” imbuh politisi dapil Sumbar II ini.

 

Selain itu, perbankan juga harus mampu menciptakan kesempatan bagi rakyat miskin, membangun jaringan bisnis, mampu menjadi media pemerataan hasil pembangunan, dan mampu menyediakan jasa keuangan yang efektif dan efisien bagi UMKM, koperasi, dan masyarakat. Refrizal melanjutkan, dalam pertemuan ini pihaknya menyerap data dan informasi aktual terkait perekonomian yang dibutuhkan Komisi XI DPR RI.

 

“Komisi XI DPR RI juga ingin mendapatkan informasi dari Bank Indonesia mengenai kondisi ekonomi di wilayah Sumatera Barat yang meliputi perkembangan kondisi makro ekonomi, inflasi, sistem pembayaran, ketenagakerjaan, kesejahteraan, dan prospek perekonomian saat ini,” tutup Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI ini. (afr/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
PSN 2020 Harus Bantu Pulihkan Perekonomian Nasional Pasca Covid-19
05-06-2020 / KOMISI XI
Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas tentang Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk Pemulihan Ekonomi Nasional Dampak COVID-19 pada...
Pemerintah Perlu Pastikan Protokol ‘New Normal’ Tersinergi Antara Kesehatan dan Ekonomi
05-06-2020 / KOMISI XI
Pemerintah tengah merencanakan pelonggaran PSBB dengan ketentuan new normal atau normal baru. Langkah persiapan ini dilakukan agar masyarakat dapat beradaptasi...
Program Pemulihan Ekonomi Nasional Lebih Tepat Disebut sebagai Stimulus Fiskal
04-06-2020 / KOMISI XI
Pemerintah kembali merevisi total biaya penanganan Covid-19 kedalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dengan pertambahan anggaran dari Rp 405,1 triliun...
Bongkar Pasang APBN-P 2020, Bukti Data dan Asumsi Tidak Kredibel
03-06-2020 / KOMISI XI
Anggota Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir menilai bongkar pasang postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun...