Pembahasan 21 RUU Prioritas Bisa Dituntaskan

23-04-2019 / SEKRETARIAT JENDERAL

Sekretaris Jenderal Indra Iskandar saat memimpin rapat dengan Sekretaris Jenderal sejumlah kementerian dan lembaga dalam rangka konsolidasi penyelesaian RUU Prolegnas tahun 2014-2019 dan RUU Prioritas 2019 Foto : Oji/mr

 

Sekretaris Jenderal Indra Iskandar menekankan 21 Rancangan Undang-Undang (RUU) Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas tahun 2019 bisa segera dituntaskan. Dari jumlah 54 RUU yang menjadi target Prolegnas tahun 2014-2019, terdapat 21 RUU yang pembahasannya berpotensi untuk lebih cepat dituntaskan, dengan adanya kesamaan persepsi antara eksekutif dan legislatif.

 

“Dari identifikasi kami, ada 21 RUU yang berpotensi untuk lebih cepat diselesaikan, karena materi-materinya sudah lebih siap dan timnya sudah lebih sederhana,” kata Indra usai memimpin rapat dengan Sekretaris Jenderal sejumlah kementerian dan lembaga dalam rangka konsolidasi penyelesaian RUU Prolegnas tahun 2014-2019 dan RUU Prioritas 2019 di Ruang Rapat Komisi II DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

 

Indra melanjutkan, sebanyak 21 RUU Prioritas yang akan diselesaikan ini sudah masuk ke dalam tahap finalisasi. Sedangkan 33 RUU Prioritas lainnya masih dalam tahap penyaringan, agar tidak terdapat pasal-pasal yang ambigu atau kontroversial, sehingga dapat menimbulkan opini negatif dari masyarakat. Di samping itu, dalam penyelesaian RUU Prioritas, terdapat beberapa hambatan, diantaranya hambatan teknis dan substansi.

 

Menurut Indra, salah satu hambatan teknis menjadi penyebab terhambatnya pembahasan RUU dikarenakan banyaknya Anggota Dewan yang fokus di daerah pemilihannya saat menjelang dan sesudah Pemilihan Umum (Pemilu) yang digelar serentak pada 17 April 2019 lalu. Imbasnya, pembahasan RUU dalam persidangan tidak bisa berjalan intensif.

 

“Selain itu, pada hambatan substansi yaitu perlunya sosialisasi kepada masyarakat mengenai RUU yang sedang dalam pembahasan agar tidak terjadi keresahan di masyarakat. Nah kalau sosialisasi ini sudah mewadahi (kepentingan) masyarakat pada saat RUU sudah disahkan, tidak lagi muncul kegaduhan atau opini negatif di masyarakat,” tegasnya.

 

Indra berharap, Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI sebagai supporting system DPR RI, target pembahasan RUU Prolegnas ini bisa memberikan hasil yang maksimal “Setelah ada hasil pengumuman Anggota Legistlatif yang terpilih nanti (hasil Pemilu 2019), kita berharap Anggota Dewan bisa lebih fokus menuntaskan target Prolegnas,” harap Indra. (hnm/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Korpri DPR Dukung Peran Wanita Berkarir
20-09-2019 / SEKRETARIAT JENDERAL
Ketua Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI Indra Pahlevi berharap dengan adanya Seminar Korpri...
Sinergi DPR - Wartawan Harus Diperkuat
20-09-2019 / SEKRETARIAT JENDERAL
Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar mengungkapkan pentingnya peran wartawan dalam mensosialisasikan kegiatan dan hasil kerja Dewan. Oleh karenanya, membangun...
FKSPK Pererat Hubungan DPR dengan Wartawan
20-09-2019 / SEKRETARIAT JENDERAL
Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar mengungkapkan, Forum Komunikasi dan Sosialisasi Program Kerja (FKSPK) DPR RI dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen...
Sekjen DPR lantik Pejabat Setjen DPR RI
18-09-2019 / SEKRETARIAT JENDERAL
Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar melantik pejabat baru di lingkungan Sekretariat Jenderal (Setjen) dan Badan Keahlian (BK) DPR RI....