Budaya Melayu Perlu Dikembangkan untuk Pariwisata Batam

03-05-2019 / KOMISI X
Tim Kunker Komisi X DPR mengunjungi pariwisata di Batam. Foto: Ica/jk

 

 

Pengembangan budaya melayu sangat penting untuk pengembangan sektor pariwisata di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Di provinsi inilah pusat kebudayaan melayu tumbuh. Bahkan, budaya melayu telah menyebar ke negeri jiran, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

 

Anggota Komisi X DPR RI Nuroji mengungkapkan hal tersebut saat mengikuti kunjungan kerja ke Batam, Kepri, Kamis (2/5/2019). “Kepulauan Riau ini merupakan salah satu pusat kebudayaan melayu. Saat ini sudah tersebar sampai ke Malaysia, Singapura, Brunei, Sumatra, dan sebagian Kalimantan yang masih merupakan rumpun kebudayaan melayu. Kebudayaan melayu ini perlu dipromosikan agar lebih banyak lagi masyarakat yang mengenal,” jelas Nuroji.

 

Nuroji mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Kepri, agar membuat even budaya melayu untuk menciptakan daya tarik bagi para wisatawan sekaligus mempromosikan kebudayaan melayu. "Dari mulai bahasa, tari, kuliner, adat istiadat, seni, hingga pakaian, jadi unsur budaya melayu yang harus ditampilkan dalam even tersebut,” jelas politisi Fraksi Partai Gerindra itu.

 

Selain itu, Komisi X DPR RI juga berkunjung ke Infinite Framework Studio (IFW) yang merupakan industri pembuatan film animasi terbesar di Asia yang berada di Kota Batam. “Sekarang IFW masih memproduksi karya by order dari luar negeri, seperti Filipina, Hongkong, ataupun Hollywood. Oleh karena itu, Komisi X mendorong IFW ini agar menjadi produsen, terutama untuk karya-karya dari dalam negeri,” papar Nuroji.

 

Komisi X DPR RI mendorong IFW, sebagai bagian dari industri ekonomi kreatif, untuk terus meningkatkan perannya menciptakan karya dari dan untuk Indonesia, mengingat tayangan animasi maupun film, juga dapat menjadi salah satu wadah untuk menyosialisasikan budaya bangsa Indonesia.

 

Melihat karya ekonomi kreatif lainnya, Komisi X DPR RI juga mengunjungi pengrajin usaha kecil di Batam. Nuroji memaparkan bahwa masih perlu bantuan teknis untuk meningkatkan hasil produksinya. “Ide kreatifnya sudah baik, hanya finishing-nya saja yang perlu diperbaiki agar menjadi lebih menarik dan memiliki daya jual yang tinggi,” harap Anggota DPR RI dapil Jawa Barat VI itu. (ica/mh)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Minta Pengganti UN Bukan Kebijakan Tukar Nama
13-12-2019 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Djohar Arifin Husin menyatakan dukungannya atas kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim yang...
Penghapusan UN Dinilai Terobosan Positif
13-12-2019 / KOMISI X
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menilai, rencana penghapusan Ujian Nasional (UN) diganti menjadi Asesmen Kompetensi Minimun dan Survei...
Sumbang Penggangguran, Perlu ‘Link And Match’ Industri dan SMK
10-12-2019 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan menilai perlu link anda match antara dunia industri dan pendidikan vokasi. Hal tersebut...
Pengangguran Banten Tempati Posisi Kedua, Tapi Kemiskinan Turun
10-12-2019 / KOMISI X
Komisi X DPR RI menemukan fakta unik yang terjadi di Provinsi Banten, dimana tingkat pengangguran menempati posisi kedua di seluruh...