Ittama DPR Berikan Bimtek Pelaksanaan PMPRB

09-05-2019 / INSPEKTORAT UTAMA
Inspektur Utama DPR RI Setyanta Nugraha. Foto: Geraldi/od

 

 

Inspektur Utama DPR RI Setyanta Nugraha mengundang perwakilan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (KemenPAN-RB) untuk memberikan bimbingan teknis dalam pengisian Lembar Kerja Evaluasi (LEK) Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB).

 

“Pertemuan hari ini adalah tindak lanjut dari sosialisasi peraturan MenPAN-RB tentang LKE PMPRB. Ada perbedaan dalam pelaksaan PMPRB tahun ini, makanya kita mengundang pihak dari KemenPAN-RB untuk memberikan bimtek,” ungkapnya usai memimpin bimtek kepada seluruh jajaran Inspektorat Utama DPR RI di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

 

Tahun ini, lanjut Totok, sapaan akrabnya, pelaksanaan PMPRB dilakukan tidak hanya di unit organisasi, tetapi melibatkan unit eselon satu yang nantinya akan di kombinasi dengan Kesetjenan dan Badan Keahlian DPR RI.

 

“Biasanya hanya unit ogrnisasi saja, tapi saat ini pelaksanaan PMPRB melibatkan eselon satu yaitu Badan Keahlian, Inspektorat Utama, Deputi Administrasi dan Deputi Persidangan. Makanya Ittama menggundang KemenPAN-RB untuk memberikan bimtek,” jelas Totok.

 

Selain itu, pihaknya juga diminta melakukan survei yang assessment-nya dari pihak luar. Pertama, di Bagian Arsip yang assessment-nya dilakukan oleh ANRI, kedua di IACM yang assessment-nya dilakukan oleh BPKP. Ketiga, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan Laporan Hasil Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN).

 

“Semuanya ini adalah zona integritas yang hasilnya harus mencapai 100 persen. Tahun lalu indeks kita itu 72,71 persen. Tahun ini kita menargetkan dapat memenuhi syarat yaitu 75 persen,” harap Totok.

 

Penilaian ini, lanjut Totok akan berpengaruh terhadap kenaikan Tunjangan Kinerja yang akan diterima oleh ASN. Maka dari itu ia mengajak semua pihak untuk meningkatkan nilai. “Langkah yang dilakukan adalah sosialisasi secara masif mengenai tugas dan fungsi serta ukuran nilai, kemudian pembinaan agar mereka paham apa kinerjanya dan ukurannya aseperti apa,” tutup Totok. (rnm/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Ittama DPR Gelar Workshop Budaya Integritas
24-09-2019 / INSPEKTORAT UTAMA
Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar mengatakan bahwa persoalan integritas adalah persoalan besar yang harus secara konsisten dilakukan oleh seluruh...
Keterbukaan Parlemen Beri Akses Partisipasi Publik
23-08-2019 / INSPEKTORAT UTAMA
Implementasi open parliament atau keterbukaan parlemen tidak hanya sekedar bertujuan untuk menyediakan data dan informasi, tetapi juga memberikan akses kepada...
ASN Setjen dan BK DPR RI Wajib Sampaikan LHKASN
19-07-2019 / INSPEKTORAT UTAMA
Inspektur Utama (Irtama) Sekretariat Jenderal (Setjen) dan Badan Keahlian (BK) DPR RI Setyanta Nugraha menjelaskan, salah satu alasan mengapa pentingnya...
Penilaian Zona Integritas Rosid II dan KSAP Lebihi 75 Persen
26-06-2019 / INSPEKTORAT UTAMA
Inspektur Utama DPR RI Setyanta Nugraha menjelaskan, Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Utama (Ittama) DPR RI telah melakukan penilaian Zona...