Legislator Sambut Positif Penarikan RUU Permusikan dari Prolegnas

18-06-2019 / BADAN LEGISLASI

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Anang Hermansyah Foto : Dok/mr

 

Inisiator Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan Anang Hermansyah menyambut positif kesepakatan DPR dan Pemerintah untuk menarik RUU Permusikan dari daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas 2019. Langkah ini sejalan dengan aspirasi dari stakholder musik di Indonesia.

 

Ia mengapresiasi langkah cepat Badan Legislasi (Baleg) dan pemerintah dalam merespon surat penarikan yang dikirim pada 6 Maret 2019 lalu terkait penarikan RUU Permusikan. "Saya menyambut positif atas kesepakatan Baleg DPR dan Pemerintah untuk menarik RUU Permusikan dari daftar Prolegnas," ujar Anang dalam rilis yang diterima Parlementaria, Selasa (18/6/2019). 

 

Musisi asal Jember ini menuturkan pada 6 Maret 2019 lalu, dirinya mengirimkan secara resmi surat penarikan RUU Permusikan dari daftar Prolegnas. "Dalam surat tersebut saya sampaikan dua poin alasan penarikan RUU Permusikan yakni karena tanggapan dan masukan dari komunitas musik di tanah air terhadap sejumlah substansi materi RUU," kata Anang.

 

Alasan yang kedua, imbuh Anang, rencana musyawarah besar (Mubes) stakeholder musik di Indonesia untuk menyamakan persepsi terkait persoalan yang terjadi di dunia permusikan tanah air. "Disepakati akan digelar Mubes stakehloder musik di Indonesia untuk mencari titik temu atas persoalan yang muncul di sektor musik kita," tambah Anang. 

 

Anang menyebutkan usulan RUU Permusikan merupakan aspirasi yang muncul dari stakeholder musik untuk menjawab berbagai persoalan dari hulu hingga hilir yang terjadi di sektor musik. "Namun, dalam perjalannnya terdapat substansi materi RUU yang keluar dari khittah musik khususnya terkait dengan kebebasan berekspresi dan berkarya. Tak ada jalan lain, RUU ini harus ditarik," cetus Anang. 

 

Ia berharap, rencana pertemuan stakeholder musik di Indonesia melalui Mubes ekosistem musik dapat segera terselenggara guna merespon persoalan yang terjadi di sektor musik di Indonesia. "Karut marut di sektor musik harus direspon secara komprehensif oleh stakeholder musik di tanah air. Bentuknya penyikapannya seperti apa, mari kita rembug bersama melalui musyawarah," tandas Anang. (eko/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Baleg DPR Sepakat Kurangi 16 RUU dari Prolegnas
02-07-2020 / BADAN LEGISLASI
Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Supratman Andi Agtas didampingi pimpinan lainya menerima pengurangan 16 RUU Program Legislasi Nasional (Prolegnas)...
Baleg Sepakati RUU PPRT Jadi Inisiatif DPR
01-07-2020 / BADAN LEGISLASI
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI sepakat mengusulkan Rancangan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menjadi usul inisiatif DPR RI....
Riset dan Inovasi Nasional Harus Jadi Paradigma Pembangunan
01-07-2020 / BADAN LEGISLASI
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Rieke Diah Pitaloka, menegaskan bahwa riset dan inovasi nasional harus menjadi paradigma pembangunan...
Baleg DPR Setujui RUU PPRT dengan Penyempurnaan
01-07-2020 / BADAN LEGISLASI
Badan Legislasi DPR RI menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) dengan memberikan penyempurnaan dan catatan yang...