Perpusnas Menuai Prestasi, Komisi X Dukung Tambahan Anggaran

21-06-2019 / KOMISI X

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian (tengah) Foto : Azka/mr

 

Komisi X DPR RI mendukung usulan tambahan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI sebesar Rp258 miliar dari Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2020 yang sudah dianggarkan sebesar Rp603 miliar yang disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengapresiasi capaian kinerja yang telah diraih oleh Perpusnas.

 

“Perpusnas menjadi salah satu mitra kami yang sangat responsif dan betul-betul favorit ya, karena capaian dan kinerja dari Perpusnas ini baik secara internal, good governance yang diterapkan, maupun dampak dari kegiatan-kegiatannya memang sangat dirasakan. Capaian ini tentu harus direspon oleh Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan dan Bappenas dalam bentuk support anggarannya,” ujar Legislator Fraksi P-Golkar ini dalam RDP di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

 

Berbagai prestasi juga diraih Perpusnas pada tahun 2018 lalu. Berdasarkan data lembaga jejaring perpustakaan yang berbasis di Amerika Serikat atau Online Computer Library Center (OLCC), Indonesia menempati peringkat ke-2 dengan jumlah perpustakaan tertinggi di dunia, dengan jumlah 164.610 perpustakaan. Selain itu, Indonesia juga menduduki peringkat teratas gerakan Open Access (OA).

 

Dengan banyaknya prestasi yang diraih inilah, Anggota Komisi X Mujib Rohmat prihatin dengan kecilnya anggaran Perpusnas. Padahal, Perpusnas selama tiga tahun berturut-turut sukses mendapatkan status opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

 

“Soal anggaran yang kecil, kita prihatin dan mempertanyakan apakah ada faktor-faktor sebuah anggaran itu digunakan untuk hal lainnya. Padahal menurut catatan kami, Pemerintah pada tahun depan fokusnya lebih kepada pembangunan sumber daya manusia, salah satu upaya untuk memacu kualitas perkembangan manusia adalah melalui Perpusnas,” ujar Legislator Dapil I Jawa Tengah ini.

 

Menurutnya, Komisi X juga mengusulkan bahwa tambahan anggaran juga bisa didapat dengan cara memaksimalkan anggaran dari kementerian lain, Kemendes misalnya. “Anggaran percepatan desa setiap tahun mendapatkan anggaran dari Pemerintah Pusat sebesar Rp1 miliar. Kita berharap kebutuhan anggaran yang diajukan Perpusnas bisa secara tertulis diajukan, sehingga setiap desa ada alokasi dana untuk pengembangan perpustakaan yang berarti juga pengembangan minat baca masyarakat,” tambah Mujib. (alw/mh)

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi X Bahas Kebutuhan Guru Nasional
08-07-2020 / KOMISI X
Persoalan kebutuhan guru selalu menjadi hal pelik di dunia pendidikan. Jumlah guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) masih harus ditambah...
Komisi X Mulai Bahas RUU SKN
08-07-2020 / KOMISI X
Komisi X DPR RI mulai membahas Rancangan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (RUU SKN) dengan para pakar. RUU ini ingin merevisi...
Lembaga Pendidikan Swasta Tutup, IPM Anjlok
07-07-2020 / KOMISI X
Banyak lembaga pendidikan swasta, baik sekolah maupun perguruan tinggi yang terancam tutup di masa pandemi virus Corona (Covid-19) ini karena...
Mendikbud Harus Maksimalkan Akses Teknologi
07-07-2020 / KOMISI X
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, tentang metode pendidikan kedepan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus menerapkan...