Pemda dan Kementerian PUPR Harus Bersinergi Tangani Dampak Banjir Konawe

26-06-2019 / KOMISI V

Anggota Komisi V DPR RI Intan Fitriana Fauzi. Foto : Jaka/mr

 

Anggota Komisi V DPR RI Intan Fitriana Fauzi, setelah meninjau secara langsung pasca banjir di Konawe, Kamis (20/6/2019) lalu, meminta Pemerintah Daerah dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersinergi dan segera mengambil tindakan demi keberlangsungan hidup masyarakat yang terdampak banjir.

 

"Dampak akibat banjir ini cukup besar, saya senang Pak Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang ikut bersama kita sangat responsif memberikan solusi penangan pasca banjir di Konawe ini, " jelasnya kepada Parlementaria, beberapa waktu lalu.

 

Diketahui, bencana banjir yang melanda Kabupaten Konawe dan Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu, banyak mengakibatkan kerusakan pada bangunan infrastruktur, seperti jembatan, tanggul, perumahan serta konvektivitas jalan.

 

Lebih lanjut Intan menjelaskan, Banjir yang terjadi di Konawe disinyalir terjadi karena adanya aktivitas pertambangan, pengundulan hutan dan perkebunan. Agar tidak menimbulkan saling tuduh, pemerintah daerah perlu segera membetuk tim invesigasi untuk mencari tahu penyebab terjadinya banjir.

 

"Agar tidak terjadi banjir kembali, kami meminta Pemda segera membentuk tim investigasi untuk mengetahui penyebab dari banjir ini. Jangan sampai Pak Menteri PUPR sudah memperbaiki Infrastruktur, kemudian karena kesalahan manusia, banjir terjadi lagi dan infrastruktur rusak lagi," pinta Intan.

 

Maka dari itu, menurut politisi Fraksi Partai Amanat Nasional ini, untuk menyelesaikan banjir di Konawe dan Konawe Utara, penyelesaiannya tidak hanya pada masalah infrastruktur yang ditangani Kementerian PUPR saja, tapi perlu campur tangan kementerian lain untuk mencari solusi jangka panjang. (rnm/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Jelang Pertemuan G20, Komisi V Tinjau Kesiapan Infrastruktur Labuan Bajo
25-01-2020 / KOMISI V
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menilai kondisi geografis sangat mempengaruhi infrastruktur di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur....
Panjang Runway Bandara Komodo Terbatas
25-01-2020 / KOMISI V
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae mengakui, bahwa Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, memang harus...
BWS Kalimantan III Disarankan Bangun Kolam Retensi untuk Atasi Banjir
25-01-2020 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Irwan menyarankan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III agar membangun kolam retensi untuk menggantikan...
Kaji Ulang Tata Ruang Pengendalian Banjir Samarinda
25-01-2020 / KOMISI V
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie menegaskan agar Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mengkaji ulang tentang tata...