Fasilitas RS Kasih Ibu Bali Cukup Memadai

27-06-2019 / B.U.R.T.

Tim Kunjungan Kerja Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) menilai fasilitas dan kesiapan Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu, Denpasar, Bali Foto : Eka Hindra/mr

 

Tim Kunjungan Kerja Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) menilai fasilitas dan kesiapan Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu, Denpasar, Bali, cukup bagus  dan memadai. Wakil Ketua BURT DPR RI Novita Wijayanti mengatakan, dengan berbagai fasilitas yang dimiliki, RS Kasih Ibu dirasa cukup menjadi rujukan bagi peserta Jaminan Kesehatan Utama (Jamkestama), dalam hal ini Anggota DPR RI beserta keluarganya.

 

“Rumah sakit ini bisa menjadi rujukan yang memadai. Ruangan, peralatan, jumlah dokter yang lebih dari seratus, selalu siap. Jika Denpasar banyak turis, dan ada pasien dari lokal, maka yang diprioritaskan adalah orang Indonesia. Ini adalah salah satu rumah sakit yang direkomendasikan dari kita juga untuk pejabat negara dan masyarakat,” kata Novita saat pertemuan Tim Kunker BURT DPR RI dengan Direktur RS Kasih Ibu Denpasar beserta jajarannya, di Bali, Selasa (25/6/2019).

 

Politisi Partai Gerindra itu dalam sambutannya mengatakan, dalam pelaksanaan program Jamkestama ini, ada masukan dari Anggota DPR RI terkait pelayanan yang diberikan RS provider PT. Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), sebagai operator Jamkestama. Salah satu kasus yang sering terjadi, Anggota DPR RI mendapat pelayanan yang kurang memadai. Permasalahan lainnya, beberapa RS provider belum memiliki sarana untuk melaksanakan pelayanan berstandar VVIP.

 

Dari hasil peninjauan, Anggota BURT DPR RI Ansory Siregar menilai RS Kasih Ibu sudah cukup besar, dengan adanya 27 sub spesialisasi dan sudah bekerjasama dengan hampir 200 asuransi. Namun ia mempertanyakan pelayanan kepada masyarakat, dengan adanya kewajiban RS untuk menerima pasien yang menggunakan kartu BPJS Kesehatan. Termasuk pelayanan kepada warga lokal dan wisatawan yang berkunjung ke Bali.

 

Sementara itu, Direktur RS Kasih Ibu Bali I Wayan Kesumadana mengatakan, RS yang dipimpinnya menyediakan sarana dan prasarana yang canggih. “Kami punya dokter spesialis, dokter bedah, kemudian spesialis penyakit dalam. Ada 104 dokter spesialis. Kemudian karyawan kami ada 328 orang. Fasilitas yang kami miliki ada UGD, ruang bersalin, poliklinik, apotek, ICU, ruangan bayi, dan kamar operasi dengan fasilitas yang canggih,” papar Wayan. (hr/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Protokol Bandara Harus Mampu Sesuaikan ‘New Normal’
06-07-2020 / B.U.R.T.
Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Agung Budi Santoso mengatakan seluruh masyarakat Indonesia mau tidak mau sudah harus...
BURT Tinjau Kesiapan Protokol Normal Baru di Bandara Soetta
06-07-2020 / B.U.R.T.
Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI meninjau layanan keprotokolan bagi Anggota Dewan dalam menghadapi tatanan normal baru di Terminal...
Protokoler Bandara Harus Simpel
03-07-2020 / B.U.R.T.
Wakil Ketua Badan Urusan Ruman Tangga (BURT) DPR RI A. Bakri mengimbau Pemerintah, terutama otoritas Bandara Soekarno-Hatta agar menjalankan protokoler...
Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
03-07-2020 / B.U.R.T.
Masyarakat yang ingin bepergian dengan memanfaatkan jasa transportasi udara atau pesawat terbang sudah bisa dilakukan dengan aman. PT. Angkasa Pura...