Sidang APA Bahas 10 Draf Resolusi

28-06-2019 / B.K.S.A.P.

Sidang Asian Parliamentary Assembly (APA) yang digelar 26-27 Juni di Isfahan, Iran membahas 10 draf resolusi. Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Syamsul Bachri yang hadir mewakili DPR RI mengatakan, 10 isu yang dibahas diantaranya isu Palestina, penguatan parlemen, demokrasi, multilateralisme dan integrasi parlemen Asia. 

 

“Dalam sidang ini, kami kembali menegaskan komitmen terkait penguatan terhadap perjuangan bangsa Palestina dan penguatan multilateralisme,” ungkap Syamsul dalam rilis yang diterima Parlementaria, Jumat (28/6/2019). Turut hadir sebagai delegasi, Anggota BKSAP DPR RI Fathan Subchi.

 

Dijelaskan legislator Fraksi Partai Golkar itu bahwa posisi Indonesia saat penting dalam forum karena merupakan negara demokrasi terbesar di Asia. “Mereka melihat kita sangat penting, saya sendiri didaulat menjadi  salah satu pimpinan sidang, saya diberi mandat sebagai pemberi laporan," ungkap Anggota Komisi XI DPR RI ini.

 

Dalam kesempatan yang sama, Fathan Subchi menjelaskan pembahasan draf-draf resolusi di Komisi Politik APA sangat dinamis, dan isu yang menjadi perhatian dalam sidang diantaranya tentang Palestina dan Isu pembentukan parlemen Asia.

 

“Kita menyampaikan bahwa sebelum berbicara pembentukan itu, hal pertama yang harus digulirkan adalah isu integrasi antar-pemerintah Asia. Ini ranahnya politik masing-masing negara Asia. Harus ada kemauan politik negara-negara Asia untuk menyatukan,” ungkap politisi PKB itu.

 

Untuk itu, ia mendorong negara-negara Asia untuk menumbuhkan politik yang berintegrasi. “Parlemen-parlemen di Asia kita dorong terlibat langsung mempromosikan isu integrasi Asia ke masyarakat dan terutama ke kekuatan-kekuatan politik. Pertanyannya adalah sudahkah gagasan pembentukan parlemen Asia melakukan itu,” lontar Fathan di forum itu.

 

Lebih jauh Fathan menilai gagasan pembentukan Parlemen Asia masih perlu diskusi panjang dan mendalam. “Diskusi dengan melibatkan banyak pihak sangat diperlukan. Pakar, politisi, organisasi-organisasi kemasyarakatan dan pihak relevan lainnya harus diajak. Kepentingan nasional masing-masing negara Asia akan menjadi batu sandungan. Integrasi parlemen Asia akan sangat sulit,” pungkas legislator dapil Jawa Tengah itu. (rnm/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Dunia Internasional Ragukan Data Covid-19 Indonesia
07-04-2020 / B.K.S.A.P.
Dunia internasional ternyata meragukan data orang terpapar Covid-19 di Indonesia. Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Achmad...
Terdampak Covid-19, BKSAP Minta Pemerintah Proaktif Tangani WNI
03-04-2020 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar...
Legislator Apresiasi ‘Lockdown’ Jakarta
29-03-2020 / B.K.S.A.P.
Ibu Kota Jakarta sudah dalam kondisi darurat Covid-19. Wacana me-lockdown Jakarta sangat diapresiasi Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen...
Kasus Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan
28-03-2020 / B.K.S.A.P.
World Health Organization (WHO) ternyata sangat mengkhawatirkan kasus Corona (Covid-19) di Indonesia. Pasalnya, data kasus Covid-19 di dalam negeri tidak...