Upaya Swasembada Bawang Putih Harus Berlanjut

16-07-2019 / KOMISI IV

Anggota Komisi IV DPR RI Hasanuddin AS saat meninjau pertanian bawang putih di Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusatenggara Barat, Sabtu (13/7/2019). Foto : Andri/Man

 

Anggota Komisi IV DPR RI Hasanuddin AS mengatakan upaya swasembada bawang putih ini telah dimulai sejak 2018. Ketika itu Kementerian Pertanian (Kementan) menggalakkan penanaman 11 ribu hektar lahan untuk benih bawang putih. Pada tahun 2019 jumlah tersebut akan ditambah menjadi sekitar 20 hingga 30 hektar.

 

“Program ini harus terus berlanjut hingga tahun 2021 dengan target luas lahan bawang putih menjadi 100 ribu hektare. Dengan begitu target swasembada bawang putih bisa dicapai pada akhir 2021,” kata Hasanuddin saat meninjau dan melakukan panen raya sentra pertanian bawang putih di Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusatenggara Barat, Sabtu (13/7/2019).

 

Politisi Fraksi PPP mengungkapkan bahwa selama ini impor bawang putih tak terhindarkan, karena produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi 5 persen kebutuhan nasional dan sisanya sebanyak 95 persen dipenuhi dengan impor. Untuk itu memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah diminta serius menangani masalah kebutuhan bawang putih untuk mengatasi kebutuhan.

 

Menurut politisi dapil Sumatera Barat I itu, jika ingin mewujudkan swasembada bawang putih, maka Indonesia membutuhkan 60 ribu hektare lahan tanam. “Jika pemerintah dalam hal ini Kementan ingin mewujudkan swasembada bawang putih dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan, pemerintah harus benar-benar serius mengawal program tersebut. Pungkasnya

 

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan, pada tahun 2017 hanya ada 19,5 ribu ton bawang putih yang dihasilkan oleh lahan seluas 2.146 hektar. Bahkan, jumlahnya berkurang dari tahun 2016 yang mana kala itu Indonesia masih bisa memproduksi 21,15 ribu ton bawang putih di lahan seluas 2.407 hektar. Jika dihitung, memang produktivitasnya ada di kisaran 10 ton per hektar. (man/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Bukan Impor, Pemerintah Harus Berdayakan Petani Garam
27-01-2020 / KOMISI IV
Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Slamet menyoroti rencana Pemerintah yang akan melakukan impor garam. Menurutnya, langkah tersebut...
Kaji Ulang Impor Bahan Baku Daur Ulang Plastik dan Kertas
24-01-2020 / KOMISI IV
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI G. Budisatrio Djiwandono merasa terusik dengan temuan kontainer berisi sampah plastik di Pelabuhan Tanjung...
Mahasiswa Kritisi Persoalan Pangan, Diapresiasi Legislator
23-01-2020 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari mengapresiasi adanya kunjungan dari mahasiswa-mahasiwa Teknologi Pangan Universitas Juanda Bogor. Menurutnya, mahasiswa...
Komisi IV Temukan Kontainer Sampah Impor di Tanjung Priok
23-01-2020 / KOMISI IV
Komisi IV DPR RI bersama jajaran Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perdagangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta PT....