Kompetensi Guru MAN Perlu Diperkuat

04-07-2019 / KOMISI VIII

Foto bersama Tim Kunspek Komisi VIII DPR RI dengan jajaran Kanwil Kemenag Kepri dan MAN IC Batam. Foto: Sofyan/sf

 

 

Anggota Komisi VIII DPR RI Endang Maria Astuti menilai, di era modern saat ini, setiap kompetensi guru, khususnya guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) perlu mendapat penguatan. Selain kemampuan di bidang keilmuan, life skill juga memiliki peran penting. Sehingga, selain menguasai ilmu yang harus diajarkan, tetapi guru harus mampu mendorong anak didik agar supaya lebih mandiri, baik dari sisi agama maupun keterampilan.

 

“Artinya, secara tidak langsung guru juga harus punya attitude. Jadi enggak bisa kita hanya ngomong tanpa kita mempraktekkan. Ini yang dibutuhkan guru saat ini. Jadi semua guru harus siap untuk mengerti semua ilmu yang ada, meskipun secara spesifik dia harus lebih menguasai ilmu dibidangnya,” kata Endang saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI meninjau MAN Insan Cendekia (IC) Batam, Kepulauan Riau, Rabu (3/7/2019).

 

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, untuk meningkatkan kompetensi guru MAN, selain melalui otodidak, juga melalui capacity building untuk menyamakan standar guru. Di sisi lain menurut Endang, hal yang perlu terus digalakkan adalah pendidikan dan pembentukan karakter iman dan taqwa (imtaq). Supaya jati diri bangsa nampak di mata dunia, bahwa Indonesia punya karakteristik yang berbeda melalui pemahaman agama yang baik.

 

“Saya kira kalau orang sudah beragama dengan baik, maka secara tidak langsung capacity building itu hanya lewat seminar. Lewat diskusi sudah harus mampu terserap mestinya. Itu dengan biaya yang jauh lebih murah saya kira. Bagaimana dia mampu memberikan stimulan atau mampu menarik anak didiknya itu berpikir maju. Kalau iman dan taqwa kuat, maka untuk mendidik anak yang terampil, itu saya kira juga tidak susah,” yakin legislator dapil Jawa Tengah IV itu.

 

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi VIII DPR RI Samsu Niang berharap pengembangan akademik profesional untuk anak didik MAN IC dapat terus ditingkatkan. Apalagi, dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 ke depan, sarana prasarana sekolah mesti disiapkan, termasuk IT dan SDM para guru-gurunya. Menurut politisi PDI-Perjuangan ini, dibutuhkan pelatihan-pelatihan kepada guru, misalnya melalui kerja sama dengan Litbang Kementerian Agama dan leading sector terkait pengembangan IT untuk mengantisipasi generasi milenial.

 

“Jangan sampai anak-anak lebih duluan tahu dari pada gurunya. Guru sekarang harus dilatih, harus kreatif dan inovatif dalam rangka memasuki era digital ini. Jadi tidak ada jalan lain, pemerintah harus fokus pengembangan akademik profesional dalam rangka era digital, selain sarana dan prasarana sekolah juga harus dilengkapi. Sehingga saya kira MAN IC ini memang sebuah solusi pendidikan kita ke depan. Tinggal pemerintah harus mengawal dan terus membenahi kurikulum dan memberikan pelatihan-pelatihan,” pesan legislator dapil Sulawesi Selatan II itu. (sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Kemensos dan BNPB Didesak Beri Edukasi Kebencanaan Warga
15-01-2020 / KOMISI VIII
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily mendesak pemeritah memberikan edukasi kebencanaan. Pasalnya, di daerah terdampak banjir yang...
Anggaran Kemensos dan BNPB Harus Ditingkatkan
14-01-2020 / KOMISI VIII
Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menilai alokasi anggaran program perlindungan sosial korban bencana alam Kementerian Sosial tahun 2020...
Bantuan Pendidikan Anak Korban Banjir Harus Diprioritaskan
06-01-2020 / KOMISI VIII
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily minta kepada Kementerian Sosial dan Pemerintah Daerah agar bantuan banjir diprioritaskan...
Legislator Ajak Masyarakat Galakkan Budaya Gotong Royong
27-12-2019 / KOMISI VIII
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily, meresmikan Pipanisasi air bersih di kampung Bunikasih, Desa Sukaluyu, Pangalengan, Kabupaten...