Legislator Harap Penyebaran Akses TIK Merata

29-07-2019 / KOMISI I

Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI dengan jajaran Badan Aksesibilitas dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Dinas Kominfo Provinsi Bali Foto : Tiara/mr

 

Anggota Komisi I DPR RI Evita Nursanty berharap penyebaran akses Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di seluruh wilayah Indonesia merata. Pasalnya, di tengah gencarnya pembangunan akses TIK di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), blank spot pada wilayah seluler masih ditemukan di perkotaan. Termasuk di Bali, yang notabene daerah pariwisata, konektivitas jaringan dan akses internet harus menjadi perhatian.

 

“Saat ini di perkotaan masih banyak masyarakatnya yang belum merdeka sinyal dan belum terakses internet,” jelas Evita dalam pertemuan antara Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI dengan jajaran Badan Aksesibilitas dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Dinas Kominfo Provinsi Bali, di Bali, Jumat (26/7/2019).

 

Legislator PDI-Perjuangan ini memandang keberadaan BAKTI menjadi sebuah solusi untuk mengembangkan infrastruktur dan telekomunikasi khususnya untuk pengembangan sektor pariwisata dan UMKM di Bali. “Mereka (BAKTI) punya anggaran yang bisa dimanfaatkan, menurut saya Bali merupakan daerah destinasi yang penting. Jadi saya berharap konektivitas antar wilayah itu bisa terbangun,” ungkapnya. 

 

Untuk itu, Evita mendorong kepada BAKTI untuk dapat mensosialisasikan program-program kerjanya, khususnya kepada Pemerintah Daerah (Pemda), agar nantinya terjalin koordinasi yang baik. “Ketika BAKTI punya program apapun itu harus tersosialisasikan. Memang kita ini sangat kreatif dan inovatif dalam menciptakan, namum lemah dalam mensosialisasikan. Menurut saya ini harus ditingkatkan,” tandasnya. 

 

Terakhir, politisi daerah pemilihan Jawa Tengah III ini menambahkan, di tengah program pembangunan infrastruktur dan telekomunikasi yang telah dilakukan Pemerintah Pusat dan Pemda, harus juga sinkron dengan program yang telah dijalankan oleh BAKTI. “Agar ke depan tidak terjadi tumpang tindih, sehingga nantinya alokasi anggarannya bisa dialihkan ke wilayah lain yang lebih bermanfaat,” imbuhnya.  

 

Sebelumnya pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Bali Nyoman Sujaya menuturkan penyelenggaraan pemasangan Wifi di SMA, SMK, SLB, Desa Adat, Puskesmas dan Objek Wisata di Kabupaten/Kota se-Bali terdapat sejumlah masalah diantaranya pemanfaatan internet yang kurang produktif, kurangnya pengawasan terhadap keberadaan perangkat dan kurangnya pemanfaatan customized welcome page untuk sosialisasi program pemerintah.

 

“Untuk itu hal-hal yang harus diperhatikan diantaranya perlunya sosialisasi pemanfaatan Wifi untuk hal yang produktif sebagaimana tujuannya, peningkatan kapasitas SDM TIK, perlunya pengawasan dari semua pihak untuk keamanan perangkat, sosialisasi program pemerintah dalam mewujudkan ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’, akselerasi dengan pihak vendor untuk percepatan target pemasangan Wifi di sejumlah daerah,” jelasnya. (tra/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi I Dukung Modernisasi Konten LPP
20-11-2019 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Farah Putri Nahlia mendorong Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) terus melakukan modernisasi...
Indonesia Perlu Ambil Langkah Konkret Selamatkan Palestina
19-11-2019 / KOMISI I
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengutuk keras serangan militer zionis Israel yang kembali digencarkan ke Gaza,...
Isu Radikalisme dan Terorisme Dinilai Hambat Investasi
18-11-2019 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon meminta pemerintah berhati-hati mengeksploitasi isu radikalisme dan juga terorisme, karena dinilai bersifat kontraproduktif...
Komisi I Dorong Modernisasi Alutsista
16-11-2019 / KOMISI I
Modernisasi alutsista menjadi salah satu isu krusial yang menjadi perhatian Komisi I DPR RI khususnya dalam memasuki Minimum Essential Forces...