Legislator Imbau Program SERASI Diubah Jadi Sistem Perbaikan Irigasi Rawa

30-07-2019 / KOMISI IV

Anggota Komisi IV DPR RI Muhammad Nasyit Umar Foto : Puntho/mr

 

Anggota Komisi IV DPR RI Muhammad Nasyit Umar mengimbau Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) untuk segera mengubah program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) menjadi Sistem Perbaikan Irigasi Rawa. Nasyit menjelaskan, jika Ditjen PSP masih menggunakan istilah SERASI yang digunakan saat ini, maka hal itu akan menimbulkan kontroversi bahwa seakan-akan ada persoalan yang besar terhadap rawa.

 

Hal itu ia ungkapkan usai mengikuti pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI ke Kantor Gubernur Sumatera Selatan, yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel dan jajaran instansi terkait lainnya, di Palembang, Sumsel, Senin (29/7/2019). Terlebih, sambung Nasyit, perubahan istilah tersebut juga dimaksudkan agar tidak menyinggung Kementerian lainnya, yaitu Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia.

 

“Selaku Anggota Komisi IV DPR RI, saya mendorong Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian untuk merubah istilah SERASI ini menjadi Sistem Perbaikan Irigasi Rawa. Sehingga, dari Kementerian PUPR dalam hal ini Ditjen SDA tidak tersinggung. Kalau SERASI ini dengan penggunaan kata selamatkan rawa ini, maka seakan-akan ada persoalan yang begitu besar dengan rawa. Padahal, sebenarnya kan tidak ada,” ujar Nasyit.

 

Selain itu, Nasyit mengharapkan, dalam pelaksanaan pembangunan SERASI tersebut hendaknya Ditjen PSP juga terus melakukan koordinasi dengan Balai Besar Pengairan Sumsel. Mengingat, pembangunan rawa sebenarnya sudah ada sejak 10 tahun yang lalu. Oleh karena itu, tutur Nasyit, pengaturan irigasi rawa itu sebenarnya itu sudah berjalan dengan bagus. Hanya, ke depannya Nasyit mendorong Kementan untuk meningkatkan indeks pertanaman dari 100 menjadi 200 indeks pertanamannya.

 

“Saya berharap, Ditjen PSP Kementan di dalam pelaksanaan pembangunan SERASI ini berkoordinasi dengan Balai Besar Pengairan Provinsi Sumatera Selatan, karena pembangunan rawa sudah ada sejak 10 tahun yang lalu. Dengan demikian, diharapkan dengan koordinasi yang baik kedua lembaga bisa meningkatkan hasil daripada program SERASI ini yang tadinya 100 indeks pertanaman bisa meningkat menjadi 200 indeks pertanamannya,” pesan legislator Fraksi Partai Demokrat ini.

 

Nasyit juga menyoroti bantuan peralatan dalam bentuk eskavator yang dikucurkan oleh Kementan kepada Kelompok Tani. Nasyit mengingatkan, perlu kehati-hatian dalam melakukan penggalian di saluran irigasi dengan menggunakan eskavator karena bentuk daripada jaringan irigasi itu tidak berubah dari yang sudah ada saat sekarang ini. Nasyit menjelaskan, jika dipaksakan melakukan penggalian melebihi desain yang sudah ada maka hal itu akan berpengaruh terhadap dasar saluran dan penampang saluran yang ada.

 

“Persoalannya adalah bantuan peralatan dalam bentuk eskavator untuk melakukan penggalian di saluran itu perlu berhati-hati, karena bentuk daripada jaringan irigasi itu tidak berubah dari yang sudah ada saat sekarang ini. Jikalau dilakukan penggalian melebihi desain yang ada maka hal itu akan berpengaruh terhadap dasar saluran dan penampang saluran yang ada saat itu,” pungkas legislator dapil Sulawesi Selatan II itu. (pun/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Bukan Impor, Pemerintah Harus Berdayakan Petani Garam
27-01-2020 / KOMISI IV
Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Slamet menyoroti rencana Pemerintah yang akan melakukan impor garam. Menurutnya, langkah tersebut...
Kaji Ulang Impor Bahan Baku Daur Ulang Plastik dan Kertas
24-01-2020 / KOMISI IV
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI G. Budisatrio Djiwandono merasa terusik dengan temuan kontainer berisi sampah plastik di Pelabuhan Tanjung...
Mahasiswa Kritisi Persoalan Pangan, Diapresiasi Legislator
23-01-2020 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari mengapresiasi adanya kunjungan dari mahasiswa-mahasiwa Teknologi Pangan Universitas Juanda Bogor. Menurutnya, mahasiswa...
Komisi IV Temukan Kontainer Sampah Impor di Tanjung Priok
23-01-2020 / KOMISI IV
Komisi IV DPR RI bersama jajaran Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perdagangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta PT....