Pengembangan Bandara Hasanuddin Mutlak Harus Dilakukan

05-08-2019 / KOMISI VI

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana. Foto: Runi/rni

 

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Mengingat, saat ini kapasitas bandara hanya mencapai 7 juta penumpang per tahun. Sementara, traffic penumpang sudah mencapai 13,5 juta. Maka itu, pengembangan bandara jadi solusi mutlak yang harus dilakukan. 

 

“Pengembangan bandara merupakan keniscayaan, apalagi membangun bandara butuh perencanaan lama dan tidak bisa cepat. Maka, ini warning kepada pemerintah berupaya ekonomi Indonesia tumbuh,” ungkap Azam di sela-sela memimpin Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI ke Makassar, Sulsel, baru-baru ini.

 

Kendati penumpang sudah mencapai 13,5 juta, Azam melihat ada tren penurunan jumlah penumpang. Ia menilai penurunan bisa dikarenakan melesunya ekonomi masyarakat. “Kalau kondisi ini terus berlanjut, maka penumpang akan turun, pergerakan pesawat turun, laba juga akan turun akhirnya kontribusi pada negara juga menurun,” imbuh politisi Partai Demokrat itu.

 

Diketahui, di semester awal tahun 2019 terjadi penurunan baik jumlah penumpang maupun pergerakan pesawat. Berdasarkan catatan PT. Angkasa Pura I, rata-rata jumlah penumpang semester I mengalami penurunan signifikan sebesar 22,4 persen atau sebanyak 5.013.457 penumpang. Sementara pada semester pertama tahun 2018, berada di kisaran 6.462.811 penumpang.

 

Hal ini berdampak pada penurunan pergerakan pesawat. Data PT. Angkasa Pura I mencatat, rata-rata pergerakan pesawat pada awal tahun 2018 di Bandara Sultan Hasanuddin mencapai 58.712 pesawat. Sementara pada tahun 2019,  terjadi penurunan sebesar 19.4 persen atau sebanyak 47.326 pergerakan pesawat. 

 

Di sisi lain, ia mendorong pemerintah agar membuat kebijakan-kebijakan yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat, ditengah tren penurunan jumlah penumpang. “Yang terpenting, pemerintah perlu memikirkan bagaimana meningkatkan gairah ekonomi masyarakat kedepannya, sehingga prediksi tidak meleset dari kenyataan," sambung politisi dapil Jawa Timur III ini.

 

Proyek Pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang dikerjakan PT. Angkasa Pura I bersama PT. Wijaya Karya telah berjalan sejak Februari 2019. Nantinya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar akan dikembangkan hingga ke tahap ultimate yang dibagi ke dalam empat tahap pengembangan hingga pada tahun 2044 dengan kapasitas ultimate terminal mencapai 40 juta penumpang per tahun. (ann/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna
13-09-2019 / KOMISI VI
Komisi VI DPR RI bersama Pemerintah menyepakati pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkoperasian untuk dilanjutkan pembahasannya ke tingkat II atau Rapat...
Komisi VI Nilai Anggaran Kemendag dan Kemenkop Terlalu Kecil
12-09-2019 / KOMISI VI
Komisi VI DPR RI menyetujui Pagu Alokasi Anggaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI sebesar Rp 3,57 triliun, dan Kementerian Koperasi dan...
Perizinan Sulit Dinilai Penyebab Investor tak Tertarik ke Indonesia
11-09-2019 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Wachid menilai perizinan yang sulit dan memberatkan menjadi penyebab banyaknya investor asing beralih memilih...
Revisi UU Desain Industri Harus Lindungi UMKM
11-09-2019 / KOMISI VI
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana menilai revisi atau penggantian undang-udang (UU) Nomor 31 Tahun 2000 tentang...