RAPBN 2020 Dirancang Ekspansif

16-08-2019 / PARIPURNA

Presiden RI Joko Widodo Foto : Runi/mr

 

Presiden RI Joko Widodo menyampaikan, tema kebijakan fiskal tahun 2020 adalah 'APBN untuk Akselerasi Daya Saing melalui Inovasi dan Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia'. Kebijakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 dirancang ekspansif, namun tetap terarah dan terukur.

 

Presiden menyampaikan, defisit anggaran tahun 2020 direncanakan sebesar 1,76 persen dari PDB, atau sebesar Rp 307,2 triliun, dengan Pendapatan Negara dan Hibah sebesar Rp 2.221,5 triliun, serta Belanja Negara sebesar Rp 2.528,8 triliun. Ia menyampaikan, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas merupakan modal penting memasuki era ekonomi berbasis digital. 

 

“Kita bangun generasi bertalenta yang berkarakter dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi," jelas Presiden Jokowi saat menyampaikan Pidato Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020 Beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya di hadapan Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2019-2020 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

 

Untuk itu, pada tahun 2020, anggaran pendidikan direncanakan sebesar Rp 505,8 triliun, atau meningkat 29,6 persen, dibandingkan realisasi anggaran pendidikan di tahun 2015 yang sekitar Rp 390,3 triliun. “Kebijakan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia juga akan ditekankan pada perbaikan kualitas guru, mulai dari proses penyaringan, pendidikan keguruan, pengembangan pembelajaran, dan metode pengajaran yang tepat dengan memanfaatkan teknologi,” jelas Presiden Jokowi. 

 

Presiden Jokowi menambahkan, Pemerintah melanjutkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada 54,6 juta siswa pada tahun 2020. Selain itu, Pemerintah juga melanjutkan Program Indonesia Pintar (PIP) dengan memberikan beasiswa hingga 20,1 juta siswa. “Hanya lewat pendidikan yang lebih baik kita dapat memutus mata rantai kemiskinan antar-generasi,” imbuh Presiden Jokowi.

 

Pada tahun 2020 memperluas sasaran beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi kepada 818 ribu mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, yang memiliki prestasi akademik melalui Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-Kuliah), termasuk lanjutan Beasiswa Bidikmisi. Untuk meningkatkan akses keterampilan bagi anak-anak muda, para pencari kerja, dan mereka yang mau berganti pekerjaan, Pemerintah pada tahun 2020 akan menginisiasi program kartu Pra-Kerja. (rnm/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Perlu Kanalisasi Isu Papua
05-09-2019 / PARIPURNA
Anggota DPR RI dapil Papua Barat Jimmy Demianus Ijie mengungkapkan bahwa Pimpinan Dewan perlu melakukan kanalisasi terhadap isu Papua dan...
Paripurna Setujui Revisi RUU MD3 Jadi Usul DPR
05-09-2019 / PARIPURNA
Rapat Paripurna DPR RI menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas...
Anggaran Basarnas Dipotong, Nyawa Publik Dikorbankan
03-09-2019 / PARIPURNA
Pemerintah dinilai tak mempedulikan nyawa publik dengan terus memotong anggaran Badan SAR Nasional (Basarnas) selama tiga tahun berturut-turut. Indonesia yang...
RUU PPP Disetujui Jadi Usul Inisitif DPR
03-09-2019 / PARIPURNA
Rapat Paripurna DPR RI menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (RUU PPP) menjadi usul inisitif DPR RI. Persetujuan tersebut...