Jembatan Pulau Bangka - Sumatera Dinilai Tidak Efisien

02-09-2019 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono bersama Tim Kunspek saat tinjau infrastruktur Babel. Foto: Odjie/od

 

 

Rencana pemerintah untuk membangun jembatan penghubung antara Pulau Bangka dengan Sumatera dinilai masih kurang efektif karena menelan dana yang besar. Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono menilai mega proyek yang diprediksi menelan dana mencapai Rp 15 triliun akan mubazir karena kurang efektif.

 

“Buat apa bangun jembatan itu karena kendaraan yang lewat paling cuma 200 kendaraan per hari. Itu berarti setiap satu jam tidak lebih dari 10 kendaraan yang lewat,” ujar Bambang di sela-sela mengikuti Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI ke Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, Jumat (30/8/2019).

 

Menurut politisi Partai Gerindra ini, Pulau Bangka yang letaknya dekat tol laut dan berada di dua poros maritim utama Indonesia, yakni domestik dan internasional lebih baik jika dibangun pelabuhan besar bertaraf internasional.

 

“Masuk akal jika pemerintah daerah ada rencana mengembangkan pelabuhan baru yang bisa menjadi daerah industri terintegrasi dengan pelabuhan besar internasional. Apalagi Pulau Bangka pernah dijadikan studi riset Inggris untuk menggantikan Singapura yang sudah padat,” ujarnya.

 

Bambang mengingatkan beban pemerintah akan lebih berat dengan membangun jembatan yang dinilai tidak efektif dan efisien. Ia meminta pemerintah mengkaji kembali agar pengeluaran uang negara bisa dimanfaatkan dengan baik dan tepat sasaran. Jembatan Bangka – Sumatera juga tidak sesuai dengan konsep Presiden Jokowi yang mengedepankan pembangunan maritim.

 

“Pembangunan jembatan Merak – Bakaheuni dan Jawa – Bali batal karena Jokowi lebih suka membangun sektor maritim. Jembatan Surabaya – Madura hanya Rp 3 triliun dan aksesnya ramai karena setiap menit bisa 10 kendaraan yang lewat. Beda dengan Bangka – Sumatera yang per jam diprediksi tidak lebih dari 10 kendaraan per jam,” pungkasnya.


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Dukung Pemindahan Ibu Kota Untuk Pemerataan Ekonomi
26-09-2019 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie, mendukung rencana Pemerintah untuk memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur....
Sistem Platon Diperkenalkan Kepada Komisi V
25-09-2019 / KOMISI V
Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis menerima perwakilan perusahaan asal Rusia yang bergerak di sektor transportasi, RT-Invest Transport...
13 Tahun Berlalu, Korban Lumpur Lapindo Masih Terkatung
19-09-2019 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Sungkono menyanyangkan pemerintah yang hingga saat ini terkesan mengabaikan korban lumpur lapindo. Bahkan setelah 13...
Komisi V Pastikan Pelayanan MRT Profesional
19-09-2019 / KOMISI V
Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI melakukan kunjungan langsung ke lapangan guna mencoba dan memastikan kondisi riil terkait pelayanan,...