WPFSD Sebagai Simbol dan Penjaga Demokrasi

03-09-2019 / B.K.S.A.P.

Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf Foto : Oji/mr

 

Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf mengatakan bahwa World Parliamentary Forum on Sustainable Development (WPFSD) merupakan simbol dan penjaga demokrasi. Forum ini juga diyakini bisa mewujudkan target (goals) dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

 

“Kami sepenuhnya menyadari, untuk mencapai target SGDs ini merupakan tanggung jawab bersama, sebagaimana disebutkan dalam resolusi PBB yaitu Transforming our world: the 2030 agenda for sustainable development,” kata Nurhayati saat menyambut delegasi WPFSD dalam acara gala dinner di Badung, Bali (3/9/2019).

 

WPFSD ke-3 ini mengusung tema “Combating Inequality Throught Social And Financial Inclusion”. Legislator F-Demokrat ini berharap kedepannya forum-forum seperti ini mampu memerangi kesenjangan sosial dan menerapkan perlindungan sosial yang sudah menjadi fokus kebijakan di semua Negara.

 

“Inklusi keuangan harus berada di garis depan kebijakan pemerintah untuk mengurangi ketidaksetaraan pendapatan, pemerintah harus melindungi masyarakat serta melakukan pendistribusian sumber daya secara lebih adil. Ini sejalan dengan goals 8 dari SGDs yang menyerukan untuk mengurangi ketimpangan di dalam dan di antara negara-negara,” tambah Nurhayati.

 

Dalam dua hari ini, kata Nurhayati, delegasi dapat berbagi pengalaman-pengalaman yang bisa dijadikan rujukan atau pembelajaran dari masing-masing negara. Kontribusi dan rekomendasi yang akan dihasilkan dari diskusi besok akan sangat bermanfaat dan sebagai masukan agar parlemen lebih terlibat dalam pembangunan global dan memastikan goals dari SGDs diterapkan dengan baik.

 

“Oleh karena itu, pada pertemuan ini, kami berharap parlemen-parlemen anggota WPFSD dapat memainkan peran dalam mendorong untuk memberikan kesempatan yang sama dan mengurangi ketidaksetaraan, dengan mempromosikan kebijakan dan tindakan yang sesuai dengan agenda 2030,” imbuhnya. (es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
BKSAP Serukan Pentingnya TPB di Maroko
12-09-2019 / B.K.S.A.P.
Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dipimpin Ketua BKSAP sekaligus Ketua Panitia Kerja Sustainable Development Goals (Panja...
Perlu Keterlibatan Aktif Masyarakat Dalam Implementasi SDGs
12-09-2019 / B.K.S.A.P.
Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong keterlibatan aktif masyarakat Indonesia dalam mengimplementasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau yang...
Angka PDB Bukan Tolok Ukur Tingkat Kesejahteraan
12-09-2019 / B.K.S.A.P.
Saat negara-negara masih berfokus pada angka Produk Domestik Bruto (PDB) untuk menentukan tingkat kesejahteraan, berbagai studi menemukan bahwa angka-angka tersebut...
Parlemen Indonesia Suarakan Sistem Air Bersih dan Sanitasi Pamsimas di WPFSD
05-09-2019 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Siti Masrifah, dalam sesi pleno kedua pada gelaran World Parliamentary Forum...