DPR Berperan Tingkatkan Wawasan Pengetahuan Generasi Bangsa

05-09-2019 / KOMISI VII

Anggota Komisi VII DPR RI Andi Yuliani Paris. Foto : Kresno/mr

 

Partai politik merupakan salah satu pilar demokrasi. Partai politik mempunyai peran melalui wakil-wakilnya di DPR RI untuk meningkatkan kapasitas wawasan dan pengetahuan para remaja sebagai generasi penerus bangsa. Namun tentu akan menjadi lebih baik lagi apabila para remaja tersebut sudah mulai mengenal isu-isu yang bersifat krusial.

 

Salah satu isu krusial yang saat ini sedang dihadapi Bangsa Indonesia adalah mengenai masalah lingkungan hidup, khususnya sampah plastik. Persoalan pengelolaan sampah yang terjadi saat ini memang sudah sangat mendesak untuk segera diatasi. Oleh karenanya, sangat tepat apabila Parlemen Remaja 2019 mengangkat tema permasalahan lingkungan, khususnya mengenai sampah plastik. Pasalnya remaja juga punya peran dalam masalah sampah.

 

Demikian hal tersebut disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI Andi Yuliani Paris saat menghadiri pembukaan Simulasi Persidangan, yang merupakan salah satu agenda pada rangkaian kegiatan Parlemen Remaja 2019, di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019). Parlemen Remaja 2019 diikuti oleh 128 pelajar dari 80 daerah pemilihan (dapil) se-Indonesia.

 

“Remaja juga menjadi bagian dari penghasil sampah akibat gaya hidup yang berubah. Remaja sudah mulai sejak dini menjadi agen perubahan. Apa yang mereka lakukan sudah harus ditiru okeh remaja- remaja lain, yakni dengan meningkatkan kapasitas mereka berdemokrasi, peka terhadap lingkungan, dan mereka harus sudah memikirkan solusi terhadap isu-isu yang berkembang disekitar mereka, salah satunya adalah mengenai masalah sampah,” urai Andi.

 

Politisi PAN ini mengatakan, saat ini memang ada beberapa generasi muda yang mempunyai lembaga-lembaga non profit yang bekerja untuk isu-isu sampah. Dan mulai sekarang mereka harus membiasakan diri untuk tidak menggunakan kemasan- kemasan yang terbuat dari plastik sekali pakai. “Pola hidup seperti ini harus diubah secara perlahan, dan yang mampu merubahnya adalah seusia mereka,” imbuh Andi.

 

Menurutnya, generasi muda merupakan agen perubahan dan menjadi panutan remaja seusianya, maka langkah ini akan lebih baik kalau dimulai dari para remaja. Andi berharap, ke depannya di Indonesia ada teknologi yang bisa mengolah sampah menjadi energi listrik. “Sampah yang diolah harus dipilah terlebih dahulu, yakni antara sampah organik dan non-organik. Sementara kelemahannya saat ini, kita belum bisa memilah antara sampah organik dan non-organik tersebut,” imbuh legislator dapil Sulawesi Selatan itu. (dep/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pemerintah Diminta Sinkronkan Kebutuhan Gas untuk Pabrik Pupuk
05-12-2019 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa memang ada sedikit permasalahan yang tidak sinkron dan harus segera diselesaikan...
Industri Petrokimia dan Pupuk Butuh Kebijakan Konprehensif
05-12-2019 / KOMISI VII
Dalam rapat dengar pendapat antara Komisi VII dengan Plt. Dirjen Migas Kementerian ESDM, Kepala SKK Migas, Kepala BPH Migas, Dirut...
Legislator Nilai Pemerintah Lamban Dorong Kembangkan EBT
03-12-2019 / KOMISI VII
Pemerintah masih lamban mendorong pembangunan dan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), hal ini dapat dilihat dari kebijakan harga yang kurang...
Ditjen ETBKE Harus Berintegrasi Bangun Pembangkit Listrik
03-12-2019 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI, Subarna berharap Direktorat Jenderal (Ditjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan...