Komisi V Temukan Sejumlah Permasalahan Infrastruktur di Sragen

06-09-2019 / KOMISI V

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ibnu Munzir bersama Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama tim saat melakukan pertemuan. Foto: Runi/rni

 

Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI menemukan sejumlah kendala terkait pembangunan infrastruktur yang belum terselesaikan di Kabupaten Sragen. Diantaranya jalan empat lajur dari Kecamatan Masaran hingga batas kota menuju Jawa Timur. Kemudian terkait pengembangan kawasan wisata yang terintegrasi dari Sangiran, Gunung Kemukus, dan Waduk Kedung Ombo (WKO), hingga masalah kekeringan yang dialami setiap tahunnya.

 

Hal itu terungkap saat pertemuan Tim Kunspek Komisi V DPR RI dengan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati beserta jajaran, dan mitra kerja Komisi V DPR RI, diantaranya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Ditjen Bina Marga, Ditjen Cipta Karya, dan Ditjen Bina Konstruksi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direksi Kereta Api Indonesia (KAI) serta Kementerian Perhubungan di Rumah Dinas Bupati Sragen, Jawa Tengah, Kamis (5/9/2019).

 

“Saya bersama tim hadir ke sini membawa jajaran mitra kerja yang bersangkutan agar bisa berkomunikasi dengan seksama dan menemukan titik dari permasalahan tersebut, sehingga nantinya bisa di respon dengan baik dan cepat. Selain itu, kehadiran Komisi V di Sragen untuk mengawasi kegiatan pembangunan yang bersumber dari APBN,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ibnu Munzir saat memberikan sambutannya.

 

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, dari pertemuan ini ada beberapa informasi yang ia dapatkan tentang kebutuhan strategis Sragen terkait infrastruktur. Beberapa diantaranya anggaran untuk pembangunan jalan empat lajur dari Masaran sampai Pungkruk, sudah masuk dalam APBN. Namun untuk diteruskan sampai Jatim masih perlu pembahasan dengan kementerian terkait. Kemudian pembangunan exit tol di kawasan Sambungmacan. Exit tol ini diharapkan menjadi pemicu berkembangnya perekonomian Sragen.

 

Sementara untuk penanganan kekeringan, sudah ada bantuan, walaupun itu sifatnya pinjaman sementara yaitu dengan tangki air. “Saya mengharapkan Sragen bisa menjadi pintu ke Solo atau Semarang. Untuk itu, daerah ini bisa seperti negara Singapura yang menerapkan teori balon berkembang pesat, dia buat tiupan balonnya ke daerah lain dan Singapura mendapat imbasnya. Tentu seperti Solo, Semarang bisa berkembang, seharusnya Sragen juga bisa berkembang. Itu yang kita harapkan dalam pembangunan ini,” harap Ibnu.

 

Pada kesempatan yang sama Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati berterima kasih atas kunjungan Komisi V DPR RI, sehingga pihaknya bisa menyampaikan secara langsung berbagai kendala infrastruktur di daerah.  “Tentu saja harapan kami dengan adanya pertemuan ini tentu saja bisa mengatasi sejumlah persoalan yang ada di daerah. Dengan sendirinya nanti akan meningkatkan perekonomian masyarakat yang ada, jika semua kendala yang ada bisa terselesaikan dengan cepat dan baik,” pungkasnya. (rni/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Hadapi Arus Mudik 2020, Perlu Koordinasi Lintas Kementerian
28-01-2020 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Bakri mengingatkan jajaran Pemerintah untuk lebih meningkatkan koordinasi antar kementerian dalam rangka mengatasi kepadatan lalu...
Komisi V Apresiasi Pengelolaan BUMDes Batu Cermin
27-01-2020 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Hasan Basri Agus mengapresiasi pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) oleh Pemerintah Desa Batu Cermin,...
Pengembangan SDM Labuan Bajo Harus Bersamaan Pembangunan Infrastruktur
27-01-2020 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Ansar Ahmad menyoroti pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, sebagai...
Jelang Pertemuan G20, Komisi V Tinjau Kesiapan Infrastruktur Labuan Bajo
25-01-2020 / KOMISI V
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menilai kondisi geografis sangat mempengaruhi infrastruktur di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur....