Komisi VII Dukung Pengembangan Kilang RDMP Balikpapan

09-09-2019 / KOMISI VII

Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu Foto : Andri/mr

 

Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu mengatakan, akan mendukung penuh pengembangan Refinery Development Master Plan (RDMP) PT. Pertamina (Persero)  dan optimalisasi kegiatan usaha gas bumi di Balikpapan, Kalimantan Timur. Tujuannya meningkatkan kapasitas kilang Refinery Unit (RU) V guna memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak dalam negeri.

 

Politisi Gerindra ini berharap, Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak hanya tersedia, tapi juga harus dipikirkan sumbernya di dalam negeri. Selain itu, pengembangan Kilang RDMP Balikpapan juga diharapkan dapat mengisi kebutuhan BBM berstandar euro 4. Karena, selain kapasitas produksi bertambah, kompleksitas produksi yang dihasilkan juga meningkat.

 

“Pemerintah Indonesia harus mulai mengantisipasi kebutuhan akan BBM dengan standar ini,” kata Gus Irawan saat meninjau Project RDMP PT Pertamina (Persero) dan Optimalisasi Kegiatan Usaha Gas Bumi di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (6/9/2019).

 

Dalam kesempatan itu Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang mengatakan, saat ini pihaknya telah menyelesaikan pembangunan jetty konstruksi dan flare. Demikian juga penyiapan lahan untuk utilitis sudah selesai. Sementara untuk unit proses sedang on progress, saat ini mencapai 80 persen.

 

“Dari sisi tenaga kerja, kami bekerja sama dengan pemerintah daerah, mengadakan pelatihan untuk menyiapkan tenaga kerja lokal agar ketika pengerjaan konstruksi nanti, tenaga kerja lokal siap bersaing dengan tenaga kerja dari luar,” terang Ignatius Tallulembang.

 

Berbeda dengan proyek-proyek kilang lain, RDMP Balikpapan dikerjakan sendiri oleh Pertamina tanpa partner. Proyek kilang Balikpapan terdiri dari 2 tahap yang ditargetkan akan selesai pada Juni 2021. Tahap pertama selesai tahun 2019 dan tahap kedua pada 2021. Proyek ini diperkirakan membutuhkan dana Rp 62,1 triliun.

 

Project RDMP PT. Pertamina (Persero) Kilang Balikpapan yang kapasitas produksinya saat ini 260.000 barel per hari (bph), akan di tingkatkan menjadi 360.000 bph setelah dimodifikasi. Nantinya produk-produk Bahan Bakar Minyak (BBM) dari kilang Balikpapan akan ditingkatkan hingga (memenuhi spesifikasi) Euro 5 dari sebelumnya Euro 2. (man/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Anggota DPR Dorong Percepatan Program Kebijakan Satu Peta
08-07-2020 / KOMISI VII
Komisi VII DPR RI mendorong Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk...
Percepat Penyelesaian Transmisi Industri dan Jargas
07-07-2020 / KOMISI VII
Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengimbau Perusahaan Gas Negara (PGN) segera mempercepat penyelesaian transmisi industri dan jaringan gas...
Anggota DPR Pertanyakan Target Jaringan Gas Subsidi
06-07-2020 / KOMISI VII
Presiden Joko Widodo menargetkan pada tahun 2022 sudah terpasang dua juta sambungan jaringan pipa gas bersubsidi ke rumah-rumah masyarakat. Anggota...
Prioritaskan Penggunaan Produk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid -19
01-07-2020 / KOMISI VII
Komisi VII DPR RI sepakat dengan Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid 19, Kepala LIPI, Kepala BPPT, serta Direktur LBM...