GINB Jawab Kebutuhan Listrik di Kaltim

09-09-2019 / KOMISI VII

Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Foto : Hendra/mr

 

Keberadaan proyek Gardu Induk New Balikpapan (GINB) 150 KV dirasa telah mampu menjawab kebutuhan listrik di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.  Mengingat, Kaltim adalah kawasan yang erat hubungannya dengan kawasan tambang maka ketersediaan listrik yang memadai adalah hal yang penting guna mendatangkan investor.

 

Karenanya, Wakil Ketua Komisi VII Tamsil Linrung memberikan apresiasinya atas proyek strategis yang digarap oleh PT. PLN dalam pembangunan gardu induk yang berlokasi dekat dengan Bandara Sepinggan tersebut. Demikian diungkapkan usai memimpin kunjungan kerja spesifik ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat, (6/9/2019).

 

“Kehadiran Gardu Induk New Balikpapan (GINB) sebesar 150 KV saya kira patut untuk kita apresiasi, kita beri dukungan terhadap langkah-langkah yang dilakukan oleh PLN. Apalagi saya melihat dalam pembangunan infrastruktur jalan misalnya itu juga langsung bisa diakses masyarakat, jadi saya kira kehadiran PLN semakin dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” ujar Tamsil Linrung.

 

Setelah berdialog dengan Direktur Bisnis PLN Regional Kalimantan dan Sulawesi, Samsul Huda, politisi F-PKS ini mengatakan bahwa keberadaan GINB mampu menjawab kebutuhan listrik hingga separuh Balikpapan. Sehingga membuat jumlah listrik di Kaltim pun menjadi surplus. Diharapkan surplus tersebut mampu mengaliri listrik di daerah luar Kalimantan Timur.

 

“Kehadiran 150KV bisa menerangi separuh dari Balikpapan, kebutuhan separuh dari Balikpapan bisa tertangani oleh kehadiran gardu ini. Saya kira ini bagus dan ini sudah terkoneksi dengan sistem jadi di luar sini juga bisa dipergunakan,” terang politisi dapil Sulawesi Selatan I itu.

 

Terlebih, Kaltim adalah provinsi yang dipilih Presiden Jokowi dalam hal rencana pemindahan ibu kota. Sehingga ketersediaan listrik harus diimbangin dengan bertambahnya jumlah penduduk yang akan masuk. Perencanaan kelistrikan yang matang pun perlu dibuat oleh PLN sebagai langkah untuk mempersiapkan pemindahan ibu kota baru.

 

“Pembangunan ini sangat bermanfaat. PLN itu harus memberikan jaminan bahwa kelistrikan di Indonesia ini tidak akan mengalami blackout. Telebih Kaltim adalah daerah yang direncanakan menjadi calon ibukota baru,” ujar Tamsil. Turut serta dalam kunjungan ini sejumlah Anggota Komisi VII yakni Denny Jaya Abri Yani, Firmandez, Ari Yusnita, Nawafie Saleh, Joko Purwanto, Ervita, Firmandez, Taslim Aziz. (hs/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pemerintah Diminta Sinkronkan Kebutuhan Gas untuk Pabrik Pupuk
05-12-2019 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa memang ada sedikit permasalahan yang tidak sinkron dan harus segera diselesaikan...
Industri Petrokimia dan Pupuk Butuh Kebijakan Konprehensif
05-12-2019 / KOMISI VII
Dalam rapat dengar pendapat antara Komisi VII dengan Plt. Dirjen Migas Kementerian ESDM, Kepala SKK Migas, Kepala BPH Migas, Dirut...
Legislator Nilai Pemerintah Lamban Dorong Kembangkan EBT
03-12-2019 / KOMISI VII
Pemerintah masih lamban mendorong pembangunan dan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), hal ini dapat dilihat dari kebijakan harga yang kurang...
Ditjen ETBKE Harus Berintegrasi Bangun Pembangkit Listrik
03-12-2019 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI, Subarna berharap Direktorat Jenderal (Ditjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan...