Korpri DPR Dukung Peran Wanita Berkarir

20-09-2019 / SEKRETARIAT JENDERAL

Ketua Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI Indra Pahlevi saat membuka acara seminar. Foto : Andri/mr

 

Ketua Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI Indra Pahlevi berharap dengan adanya Seminar Korpri di bidang pemberdayaan perempuan tentang wanita berkarir, membuat pegawai wanita yang berada di lingkungan Setjen dan BK DPR RI tetap ingat akan kodratnya sebagai seorang wanita, yang di era saat ini dituntut untuk memiliki karir, kemampuan, dan kapasitas.

 

“Tentu kita berharap wanita yang berkarir terutama di DPR tetap mengingat akan kodratnya sebagai perempuan, niscaya bahwa wanita itu juga punya karir, kemampuan, dan kapasitas. Dan pasti kesempatan yang luas, bahkan untuk beberapa hal wanita terkadang lebih unggul dari pria,” ungkapnya usai membuka Seminar Korpri Setjen DPR RI dengan tema “Wanita Berkarir Syurga” dengan menghadirkan narasumber Anggota Komisi VIII DPR RI Desy Ratnasari, di Ruang KK II Senayan, Jakarta, Jumat (20/09/19).

 

Indra pun menjelaskan alasannya mengapa tema “Wanita Berkarir Syurga” dipilih sebagai tema besar dari seminar yang diadakan oleh Korpri Setjen DPR RI, mengingat menurutnya selain sebagai wanita karir, seorang wanita juga harus ingat akan kodratnya sebagai ibu dari anak-anaknya, dan istri dari suaminya, dimana untuk menjalankan peran-peran tersebut tidaklah mudah. Maka Korpri memiliki kewajiban memberikan konseling bagi para pegawai wanita di lingkungan Setjen DPR RI.

 

Lebih lanjut Indra memaparkan bahwa di lingkungan Setjen dan Keahlian DPR RI tidak ada diskriminasi gender terhadap pegawai wanita maupun pegawai laki-laki, seluruh pegawai mendapatkan hak-haknya sesuai dengan aturan yang berlaku. “Namun pada saat beberapa hal yang khusus di wanita tetap diberikan," imbuhnya.

 

“Misalnya, ada cuti melahirkan terus orang tuanya sakit, anaknya sakit. Itu pasti akan diberikan kesempatan, jadi tidak ada diskriminasi, tidak ada perbedaan aturan sedikitpun,” katanya sembari mengatakan bahwa Setjen dan BK DPR RI juga pernah diduduki oleh seorang perempuan sebanyak 4 kali, sehingga kesempatan berkembang bagi wanita berkarir di Setjen DPR RI sangat luar biasa dan terbuka seluas-luasanya tanpa diskriminasi dan halangan untuk berkembang. (ndy/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Setjen DPR Semarakkan Pameran Peringatan Hari Museum Indonesia
16-10-2019 / SEKRETARIAT JENDERAL
Sekretariat Jenderal (Setjen) dan Badan Keahlian (BK) DPR RI ikut menyemarakkan pameran museum dalam rangka Hari Museum Indonesia yang diperingati...
BK DPR Tampung Aspirasi DPRD Musi Banyuasin Terkait Penyusunan RUU
16-10-2019 / SEKRETARIAT JENDERAL
Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM Pusat Perancangan Undang-Undang Badan Keahlian DPR RI Mardisantori mengatakan, revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Tindak...
Biro Kepegawaian Akan Tingkatkan Kepesertaan BPJS Ketengakerjaan
15-10-2019 / SEKRETARIAT JENDERAL
Kepala Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI Rahmat Budiaji mengatakan akan melakukan peningkatan kepesertaan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS)...
DPRD Nganjuk Disarankan Gunakan Tatib Periode Sebelumnya
14-10-2019 / SEKRETARIAT JENDERAL
Kepala Biro Persidangan II Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI Cholida Indrayana menyarankan kepada DPRD Kabupaten Nganjuk Periode 2019-2024...