UU Cipta Lapangan Kerja Bisa Tarik Minat Investor

20-10-2019 / LAIN-LAIN

Anggota DPR RI Periode 2019-2024 Dede Yusuf Macan Effendi. Foto : Sofyan/mr

 

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato pertamanya sebagai Presiden Masa Jabatan 2019-2024 usai dilantik di hadapan Pimpinan dan Anggota MPR RI. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyatakan bahwa pemerintah akan bekerja sama dengan DPR RI untuk menerbitkan 2 Undang-Undang (UU), salah satunya UU Cipta Lapangan Kerja.

 

Menanggapi rencana tersebut, Anggota DPR RI Periode 2019-2024 Dede Yusuf Macan Effendi mengaku tertarik dengan diusulkannya UU Cipta Lapangan Kerja. Menurut Ketua Komisi IX DPR RI Periode 2014-2019 itu, regulasi tersebut bisa menjadi angin segar di tengah persaingan industri dan krisis ekonomi yang tengah melanda seluruh negara-negara di dunia.

 

“Saya tertarik dengan UU Cipta Lapangan Kerja, (walaupun) saya belum menangkap gagasannya. Tetapi, saya memahami bahwa di tengah era kompetisi dan krisis ekonomi yang melanda di seluruh dunia, memang mau tidak mau semua negara berlomba-lomba merubah aturan untuk menarik investasi,” kata Dede usai menghadiri Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

 

Tujuan dari adanya sebuah investasi, lanjut Dede, adalah untuk menciptakan lapangan kerja. Meski demikian, dirinya masih belum mendapatkan gambaran apakah nantinya UU tersebut akan mengubah UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, atau bersinggungan dengan UU lainnya yang mengatur tentang perindustrian dan pendidikan.

 

“Nah, di sektor mana nih kira-kira yang akan mau dilakukan UU Cipta Lapangan Kerja, apakah mengubah UU Ketenagakerjaan dimana di dalamnya masuk bisa saja undang-undang pendidikan, undang-undang perindustrian kah. Yang semua kaitannnya dengan tujuan investasi adalah untuk menciptakan lapangan kerja,” kata legislator daerah pemilihan Jawa Barat II ini.

 

Medio September lalu, laporan Bank Dunia bertajuk Global Economic Risks and Implications for Indonesia menyebutkan sebanyak 23 perusahaan berpindah dari Tiongkok ke Vietnam, sedangkan 10 perusahaan berpindah ke Kamboja, India, Malaysia, Singapura, dan Taiwan. Tidak satupun berpindah ke Indonesia. Dede melihat hal ini sebagai kemunduran.

 

“Memang benar dari 33 industri besar dari Tiongkok yang akan memindahkan investasinya ke negara lain, Indonesia enggak dapat satupun juga. Artinya kita kalah saing dengan Myanmar, Filipina, Thailand dan sebagainya. Apa yang mereka lakukan mestinya bisa kita lakukan,” ujar politisi Fraksi Partai Demokrat ini.

 

Untuk itu, lanjut mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu, Pemerintah Indonesia 5 tahun mendatang dihadapkan oleh berbagai tantangan. Dede mengatakan bahwa mau tidak mau Indonesia harus masuk ke dalam kompetisi internasional dan membuat berbagai terobosan.

 

“Terobosan apa yang akan dibuat itu, kita tunggu lah. Itu yang saya enggak tahu. Jadi kita tunggu saja gebrakannya Pak Jokowi. Konsepnya saya bisa pahami, tetapi mengurus kementerian, mensinergikan kementerian itu jauh lebih sulit daripada membuat undang-undang,” pungkas Dede. (alw/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
F-PAN Dukung Kebijakan Keuangan Hadapi Covid-19
31-03-2020 / LAIN-LAIN
Fraksi PAN DPR RI mendukung diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Kebijakan Keuangan Negara untuk mengantisipasi peningkatan defisit anggaran...
Anggota DPR Minta Pemerintah Mudahkan Impor Peralatan Medis
23-03-2020 / LAIN-LAIN
Anggota DPR RI Adian Napitupulu mengatakan epidemik Corona diperkirakan akan memuncak di kisaran bulan Mei dan Juni. Menurutnya, pemerintah harus...
Anggota DPR Berikan Bantuan APD ke Petugas Medis RS Rujukan Corona
23-03-2020 / LAIN-LAIN
Anggota DPR RI Rofik Hananto memberikan bantuan Alat Perlindungan Diri (APD) berupa Masker dan Hand Sanitizer kepada tenaga medis di...
Legislator Apresiasi Redesain Perpustakaan DPR
10-03-2020 / LAIN-LAIN
Anggota DPR RI Tuti Nusandari Roosdiono mengapresiasi redesain yang dilakukan Perpustakaan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI. Perubahan tersebut...