Legislator Minta Pemerintah Hentikan Impor Tembakau

30-10-2019 / KOMISI VI

Anggota Komisi VI DPR RI, Mohamad Toha. Foto : Arief/mr

 

Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah resmi menaikkan tarif cukai rokok untuk tahun depan rata-rata sebesar 23 persen berlaku mulai 1 Januari 2020. Kenaikan ini tertuang dalam Peaturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau yang diteken pada 18 Oktober 2019.

 

Dalam PMK tersebut, diatur berbagai besaran tarif cukai dan harga banderol minimum menurut jenisnya. Adapun penerapan harga dan tarif cukai pada rokok buatan dalam negeri dan hasil impor berbeda. Anggota Komisi VI DPR RI, Mohamad Toha, tidak mempermasalahkan pemerintah menaikkan cukai dan harga eceran rokok yang mulai diberlakukan per 1 Januari 2020.

 

Namun, ia meminta impor tembakau dihentikan karena stok dalam negeri sudah memadai. “Tidak boleh impor tembakau. Tembakau kita cukup,” ujar Mohamad Toha dalam press release yang diterima Parlementaria, Rabu (30/10/2019). Selama tahun 2014-2020, cukai rokok telah naik sebanyak lima kali dengan kenaikan tertinggi terdapat pada 2020.

 

Menurut Toha, permintaannya tersebut untuk mensejahterakan petani tembakau. Pasalnya, sambung legislator dapil Jawa Tengah V itu, selama ini pemerintah ia nilai tidak memperhatikan kesejahteraan petani tembakau. “Cukai rokok naik tidak masalah tapi kesejahteraan petani harus diperhatikan pemerintah,” tegas Toha.

 

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini lebih lanjut menandaskan bahwa menaikkan cukai rokok ini sudah dikaji oleh pemerintah dengan seksama. Dengan tujuan agar perokok di Indonesia berkurang. “Sudah dikaji agar orang tidak merokok,” pungkas Toha. (pun/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Kimia Farma Harus Digitalisasi Perusahaan
01-07-2020 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Sondang Tampubolon menilai BUMN Kimia Farma perlu hadir menjangkau masyarakat lebih dalam. Hal itu dikatakannya...
Jasa Marga Harus Berkonsep Pembangunan Efisien
01-07-2020 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Daeng Muhammad meminta para direksi PT. Jasa Marga memperhatikan betapa pentingnya konsep ekonomis dalam proses...
Rencana IPO ‘Subholding’ Pertamina Tuai Polemik
30-06-2020 / KOMISI VI
PT. Pertamina (Persero) yang berencana membawa sejumlah subholding ke dalam Initial Public Offering (IPO) menuai polemik di kalangan Anggota Komisi...
Pertamina Harus Kembangkan Industri Produk ‘Petrochemical’
30-06-2020 / KOMISI VI
Ketergantungan Indonesia terhadap produk hulu petrochemical masih sangat tinggi. Disebutkan oleh Anggota Komisi VI DPR RI Lamhot Sinaga bahwa 60-70...