Karhutla Harus Menjadi Tanggung Jawab Bersama

08-11-2019 / KOMISI IV

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin. Foto : Azka/mr

 

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin menekankan bahwa sosialisasi tentang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus terus digencarkan kepada seluruh elemen masyarakat, agar masyarakat tahu pembakaran hutan dan lahan itu tidak boleh di lakukan. Seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa, camat, bupati, dan perangkat lainnya harus terus mensosialisasikan ke desa-desa yang sering terjadinya kebakaran hutan dan lahan. 

 

Menurutnya jika hanya mengandalkan Pemerintah pusat mustahil bisa berjalan dengan lancar. Ia menambahkan bahwa undang-undang (UU) yang mengatur tentang karhutla belum terlalu tegas dan masih ada tumpang tindih tentang regulasinya. Ketua tim kunspek Komisi VI DPR RI menginginkan agar nanti UU-nya segera dipertegas lagi, dan bisa memberi efek jera terhadap pelaku-pelaku pembakaran hutan.

 

"Dalam waktu dekat ini akan dibahas lagi dalam rapat internal, kita lihat UU apa yang tumpang tindih terkait karhutla, kita akan pertegas hukumannya terhadap pelaku pembakaran hutan jika perlu kita buat hukuman seumur hidup bagi pelaku pembakaran dan untuk korporasi yang melakukannya makan akan dicabut izin usahanya," terangnya usai pertemuan dengan Danrem 042/Garuda Putih Kolonel Arh Elphis Rudy yang juga Komandan Satgas Pengamanan Karhutla, Provinsi Jambi, Kamis (7/11/2019).

 

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan bahwa dalam waktu dekat, dia akan mengundang seluruh Gubernur Bupati, Satgas Karhutla dan Dinas Kehutanan serta stakeholder terkait daerah yang sering terkena dampak karhutla, untuk menyatukan visi bagaimana pencegahan agar tidak terulang kembali kebakaran hutan yang mengganggu kesehatan dan kehidupan aktivitas masyarakat.

 

"Kami undang semua duduk bersama agar mendapat solusi yang tepat menyatukan visi untuk mengatasi masalah ini tidak terulang kembali, karena kalau hanya sepihak saja itu tidak mungkin bisa selesai-selesai mencari solusinya," tegas politisi dapil Lampung I ini.

 

Pada kesempatan yang sama Komandan Satgas Karhutala Kota Jambi yang juga Komandan Korem 042/Garuda Putih Elphis Rudy menambahkan bahwa dalam menangani kebakaran hutan ini, masih belum ada sinergitas antara pihak-pihak yang terkait dalam menangani karhutla. Ia berharap besar kepada seluruh elemen yang ada untuk bersinergi sehingga masalah karhutla bisa diatasi. "Kepada seluruh pihak yang terkait untuk bersinergi agar nantinya kebakaran hutan bisa  diminimalisir dan bisa cepat untuk penanganannya," ungkapnya. 

 

Dia pun memaparkan bahwa di Jambi sendiri, peralatan penunjang untuk satgas-satgas yang bertugas memadamkan api masih sangat minim. "Satgas-satgas di titik rawan api sudah memadai, tetapi peralatan yang digunakan masih kurang, Terkadang ini menjadi persoalan kita di lapangan, harus bergantian memakai alat-alat tersebut dan akibatnya menjadi memakan waktu yang lama untuk memadamkan api-api tersebut," tutupnya. (azk/eko/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Bermanfaat Untuk Petani, Distribusi Pupuk Subsidi Harus Lebih Efisien
28-01-2020 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mengakui bahwa keberadaan pupuk bersubsidi telah memberikan manfaat besar bagi petani, sehingga distribusi...
Data RDKK Petani Harus Divalidasi Ulang
28-01-2020 / KOMISI IV
{Ketua Komisi IV DPR RI Sudin saat RDP dengan Dirjen Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian, Himbara, dan PT Pupuk Indonesia...
Legislator Duga Kelangkaan Pupuk Akibat Data Tak Akurat
28-01-2020 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Khalid menyayangkan terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi akibat dari akurasi data yang minim. Buktinya, di banyak...
Bukan Impor, Pemerintah Harus Berdayakan Petani Garam
27-01-2020 / KOMISI IV
Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Slamet menyoroti rencana Pemerintah yang akan melakukan impor garam. Menurutnya, langkah tersebut...