Legislator Nilai Ranking Alutsista Indonesia Menurun

11-11-2019 / KOMISI I

Anggota Komisi I DPR RI Sjarifuddin Hasan. Foto: Azka/rni

 

Anggota Komisi I DPR RI Sjarifuddin Hasan menyampaikan Indonesia mengalami penurunan ranking alat utama sistem pertahanan (alutsista). Mengutip situs Global Firepower yang dirilis tahun 2019, ia mengatakan alutsista Indonesia menempati peringkat ke-16 dunia dari 137 negara. Sementara di Asia, kekuatan militer Indonesia di peringkat kesembilan, sedangkan di Asia Pasifik Indonesia di peringkat kedelapan.

 

“Kedua, dari semua alutsista yang dimiliki, rata-rata memiliki ranking dunia berkisar peringkat 35-50. Dari sekian item alutsista, hanya 2 yang bagus dan menduduki ranking 5 besar, Korvet dan Fregat, yang lainnya termasuk attack aircraft dan submarine di bawah ranking 35. Jadi sesuai yang disampaikan Menteri Pertahanan, memang kita lemah,” ungkapnya dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto beserta jajaran di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2019).

 

Syarief, sapaan akrabnya juga menyinggung dukungan anggaran pertahanan yang tidak mencapai 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Diketahui, alokasi anggaran untuk Kemhan/TNI Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 131 triliun. Menurutnya, jumlah tersebut belum realistis untuk memodernisasi sistem pertahanan nasional. “Saya sangat apresiasi bahwa saudara Menhan mengingatkan bahwa kita harus kuat, saya dukung sekali. Tetapi saya agak khawatir karena anggaran pertahanan tidak sampai 1 persen dari PDB kita,” ungkapnya.

 

“Sementara, peningkatan anggaran 2020 itu adalah kebanyakan untuk belanja pegawai. Yang saya inginkan, kondisi kalori yang dikonsumsi prajurit sekarang itu sangat rendah, tugas Pak Menhan yang baru kalau bisa 7000 kalori per hari. Jangan seperti sekarang, kita gak punya teknologi, sumber daya lemah, apanya yang kuat,” sambung politisi senior Partai Demokrat ini.

 

Kendati demikian, Syarief mengapresiasi pemaparan Menhan Prabowo terkait rencana strategis Kemenhan dalam lima tahun ke depan. Ia berharap Kemenhan makin baik di era kepemimpinan Prabowo. Sebelumnya, Menhan Prabowo Subianto menyampaikan, teknologi pertahanan yang dimiliki Indonesia belum mampu mengalahkan negara lain. Namun, jikalau harus terlibat perang, dia menyebut konsep Pertahanan Rakyat Semesta harus dilaksanakan.

 

Menhan Prabowo menyebutkan saat ini pertahanan memang perlu disokong oleh komponen cadangan yang berasal dari segala sektor, termasuk sektor Sumber Daya Manusia (SDM). Dalam konsep Pertahanan Rakyat Semesta, rakyat merupakan salah satu komponen cadangan. Menurutnya, konsep tersebut telah menjadi doktrin pertanahan yang dianut Indonesia selama dulu. “Saya yakin bahwa Indonesia tak mungkin diduduki bangsa lain. Karena seluruh rakyat akan menjadi komponen pertahahan negara,” paparnya.

 

“Kita mungkin tidak bisa mengalahkan kekuatan teknologi bangsa lain, tetapi pertahanan kita yang berdasarkan pemikiran, konsep pertahanan rakyat semesta. Kalau terpaksa kita terlibat dalam perang, perang yang akan kita laksanakan adalah perang rakyat semesta,” imbuh Menhan Prabowo. (ann/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Dorong KI Pusat Buat Indeks Keterbukaan Informasi
05-12-2019 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI TB. Hasanuddin mendorong Komisi Informasi (KI) Pusat agar mengeluarkan Indeks Keterbukaan Informasi Publik Kementerian atau...
Dewan Pers Wajib Berperan Aktif Bangun Kesadaran ‘Media Literate’
03-12-2019 / KOMISI I
Dewan Pers diimbau untuk dapat berperan aktif membangun sebuah kesadaran atau kemampuan seluruh masyarakat Indonesia sebagai sebuah bangsa untuk menjadi...
KPI Diminta Awasi Luberan Siaran Asing di Perbatasan
03-12-2019 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Andika Pandu Puragabaya meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) lebih mengawasi penyiaran di daerah perbatasan Indonesia...
KPI Diminta Optimalkan Pengawasan Konten Siaran
03-12-2019 / KOMISI I
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Teuku Riefky Harsya meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk meningkatkan pengawasan terhadap konten siaran,...