Indonesia Bukan Sekedar Pangsa Pasar Australia

19-11-2019 / KOMISI VI

Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty .Foto : Arief/hr

 

Melanjutkan hasil penandatanganan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA),  Komisi VI DPR RI melangsungkan rapat dengan Menteri Perdagangan membahas rencana pengesahan kerja sama kemitraan tersebut di DPR. Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty meminta pemerintah jeli terhadap isi kesepakatannya dan tidak membuat Indonesia hanya menjadi pangsa pasar bagi Australia.

 

Hal ini ia sampaikan ketika memberikan pernyataan dalam Rapat Kerja antara Komisi VI DPR RI dengan Menteri Perdagangan beserta jajaran di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019). Secara keseluruhan, Evita mengaku mendukung pengesahan ratifikasi itu dan berharap banyak manfaat yang diambil Indonesia.

 

“Perhatian teman-teman Anggota Dewan adalah jangan sampai kita jadi pangsa pasarnya mereka saja. Ini kita dukung, tapi harus ada kewaspadaan dan hal yang harus kita jaga, supaya ini tidak terjadi. Harus benar-benar dirumuskan sebenarnya yang menjadi potensi dan keuntungan maksimal kita akan seperti apa. Jangan sampai perjanjian ini justru semakin memperdalam defisit neraca perdagangan kita dengan Australia,” ujar Evita.

 

Apabila disahkannya Ratifikasi IA-CEPA oleh DPR RI ini tentunya akan memangkas bea impor sebesar 94 persen untuk produk asal Negeri Kanguru yang masuk ke RI dan sebaliknya 100 persen bea impor produk RI yang masuk ke Australia juga dihapus. Evita meminta Mendag agar menyiapkan strategi supaya Australia tidak mengurangi investasinya. Ia menilai perlu kajian mendalam serta koordinasi dengan Wakil Menteri Luar Negeri.

 

“Kita tahu Wamenlu diberikan tugas tambahan oleh Presiden untuk yang berkaitan dengan diplomasi ekonomi. Jadi koordinasi ini tolong dilakukan dengan Wamenlu. Juga saya melihat perlu ada nanti evaluasi dari perjanjian multilateral seperti ini. Karena multilateral tidak seefektif perjanjian bilateral. Jadi harus diperkuat di perjanjian bilateral yang ada,” tukas politisi dapil Jawa Tengah III tersebut. (er/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Kimia Farma Harus Digitalisasi Perusahaan
01-07-2020 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Sondang Tampubolon menilai BUMN Kimia Farma perlu hadir menjangkau masyarakat lebih dalam. Hal itu dikatakannya...
Jasa Marga Harus Berkonsep Pembangunan Efisien
01-07-2020 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Daeng Muhammad meminta para direksi PT. Jasa Marga memperhatikan betapa pentingnya konsep ekonomis dalam proses...
Rencana IPO ‘Subholding’ Pertamina Tuai Polemik
30-06-2020 / KOMISI VI
PT. Pertamina (Persero) yang berencana membawa sejumlah subholding ke dalam Initial Public Offering (IPO) menuai polemik di kalangan Anggota Komisi...
Pertamina Harus Kembangkan Industri Produk ‘Petrochemical’
30-06-2020 / KOMISI VI
Ketergantungan Indonesia terhadap produk hulu petrochemical masih sangat tinggi. Disebutkan oleh Anggota Komisi VI DPR RI Lamhot Sinaga bahwa 60-70...