Revitalisasi Pramuka Tingkatkan Minat Anak

02-12-2019 / KOMISI X

Anggota Komisi X DPR RI Desy Ratnasari. Foto: Jaka/rni

 

Revitalisasi Pramuka penting dilakukan untuk meningkatkan minat anak-anak sekolah bahkan kaum muda untuk bergabung dengan Pramuka. Ada yang hilang dari kebanggaan menjadi anggota Pramuka. Dibutuhkan terobosan yang memikat untuk mengundang anak-anak sekolah dan kaum muda bergabung dengan Pramuka.

 

Anggota Komisi X DPR RI Desy Ratnasari menilai, selama ini revitalisasi Pramuka hanya menyentuh persoalan fisik saja. Belum terlihat revitalisasi yang menyentuh minat anak dan remaja masuk Pramuka, bahkan minat itu turun. Mestinya program revitalisasi Pramuka justru meningkatkan pilihan anak dan remaja masuk Pramuka.

 

“Saya lihat target revitalisasi gerakan Pramuka sangat penting untuk memecahkan tiga masalah utama. Revitalisasi gerakan Pramuka bicara fisik saja. Saya belum melihat persoalan yang menyentuh minat anak dan remaja yang kini turun. Kemudian dari revitalisasi itu menjadi meningkat,” ujar Desy saat RDP Komisi X DPR RI dengan Kwarnas Gerakan Pramuka yang dipimpin Budi Waseso, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2019).

 

Kwarnas Pramuka sendiri ingin meluncurkan radio Pramuka tahun 2020 untuk meningkatkan minat Pramuka. Namun, menurut politisi PAN itu, belum ada rincian atau paparan yang lebih jelas tentang arah siaran radio pramuka tersebut. Revitalisasi ini sekali lagi harus jelas. Ia mencontohkan, Pramuka bisa membuat program Pramuka peduli anak jalanan atau Pramuka menciptakan kewirausahaan. Itu lebih jelas untuk mengundang minat anak-anak, remaja, dan kaum muda lainnya.

 

“Revitalisasi Pramuka harus jelas. Contoh membuka kewirausahaan. Saya yakin banyak yang mau ikut Pramuka. Dengan ikut Pramuka bisa menciptakan 100 wirausahawan nasional dalam satu tahun. Nah, saya belum melihat itu. Dulu ikut Pramuka ada kebanggaannya,” harap legislator dapil Jabar IV ini. Dengan revitalisasi seperti berarti juga menciptaka karakter berkelanjutan pada diri anggota Pramuka. (mh/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Perlu Sosialisasi Pelarangan Plastik di Sekolah
14-01-2020 / KOMISI X
Sosialisasi kampanye pelarangan penggunaan plastik di sekolah butuh sosialisasi masif. Ini penting dilakukan agar semua peserta didik termasuk tenaga kependidikan...
Pendidikan Non Formal Tetap Dibutuhkan Masyarakat
14-01-2020 / KOMISI X
Eksistensi pendidikan non formal tetap dibutuhkan masyarakat, selain pendidikan formal. Pendidikan non formal sangat berkontribusi membantu masyarakat yang putus sekolah...
Larangan Penggunaan Plastik di Sekolah Diapresiasi
14-01-2020 / KOMISI X
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim mulai berkampanye pelarangan penggunaan plastik di sekolah-sekolah. Kampnye yang disambut baik oleh...
Venue Tidak Siap, Papua Hapus 10 Cabor PON
13-01-2020 / KOMISI X
Sepuluh cabang olahraga (cabor) bakal tidak dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua. Provinsi Papua sendiri beralasan, kesepuluh...