Masih Ada Titik Longsor, Pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda Terhambat

06-12-2019 / KOMISI V

Anggota DPR RI Irwan. Foto : Andri/mr

 

Anggota DPR RI Irwan mengatakan pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda bisa saja molor dari waktu yang ditentukan, melihat masih adanya rawan longsor di beberapa titik ruas jalan tol yang sedang dibangun. Padahal, Tol Balikpapan-Samarinda direncanakan akan beroperasi Maret 2020 mendatang.

 

"Melihat masih ada longsor, saya agak kurang yakin kalau Maret bisa selesai," katanya saat pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor beserta jajaran, Bupati dan Walikota se-Kaltim, di Balikpapan, Kaltim, Rabu (4/12/2019).

 

Melalui kunspek seperti ini, lanjut Irwan, akan merumuskan solusi teknis atas hambatan-hambatan dalam pembangunan jalan tol termasuk solusi atas beberapa titik yang tanahnya labil dan rawan longsor agar bisa selesai tepat waktu.

 

"Jangan sampai Undang-Undang  Ibu Kota Negara (IKN) sudah terbit, infrastruktur IKN sudah mulai dibangun tahun depan, tapi jalan tol Balikpapan-Samarinda sendiri belum selesai. Padahal salah satu pertimbangan IKN karena adanya jalan tol itu," terang politisi dapil Kaltim itu.

 

Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi V DPR RI Soehartono, ia berharap titik-titik longsor tersebut segera diselesaikan. "Ada juga tanah yang labil dibeberapa titik kalau targetnya Maret 2020 fungsional, kami mendorong itu terealisasi. Kalau ada masalah pendanaan itu yang perlu kami tahu. Tadi sudah dijawab Pak Menteri PUPR, terkait pembiayaan sudah tidak ada masalah," tandasnya.

 

Pada Kunspek tersebut,  Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebutkan, untuk jalan Tol Balikpapan-Samarinda seksi dua dan tiga mulai besok sudah ada uji layak fungsi. Targetnya Maret 2020 sudah bisa beroperasi. Untuk peresmiannya menunggu Presiden Jokowi setelah tinjauan Menteri PUPR di Kota Balikpapan.

 

"Jadi kita melihat dulu sudah selesai. Nanti tergantung untuk uji layak fungsinya. Ada beberapa yang harus diperbaiki, kita akan tunggu. Biasanya satu sampai dua minggu baru bisa kita tetapkan layak operasi," kata Basuki Hadimuljono.

 

Ia menyebutkan, untuk seksi dua, tiga dan empat sudah bisa digunakan pada saat Natal dan Tahun Baru 2020. Dengan total investasi keseluruhan Tol Balikpapan - Samarinda sebesar Rp 9,97 triliun. Kemudian ada 30 kilometer yang masih bermasalah, yakni seksi satu dan lima akan ada perbaikan pondasi. (man/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Siap Perjuangkan Aksesibilitas Infrastruktur Hulu Sungai-Tabalong
16-01-2020 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Rifqinizami Karsayuda menegaskan untuk siap memperjuangkanpeningkatan aksesibilitas dari sisi infrastruktur dan perhubungan di Kawasan Hulu...
Cegah Banjir, DPR Dorong BMKG Terus Perbarui Prediksi Curah Hujan
14-01-2020 / KOMISI V
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) belum lama ini dalam rilis resminya memperkirakan dalam periode sepekan ini (12-18 Januari 2020) terjadi...
Legislator Dorong Pemerintah Pusat Fokus Lakukan Mitigasi Bencana
13-01-2020 / KOMISI V
Pemerintah Pusat didorong untuk lebih fokus dalam melakukan mitigasi bencana. Sebab, berkaca dari peristiwa banjir yang menimpa sejumlah daerah seperti...
Mitigasi Bencana Jauh Dari Harapan
08-01-2020 / KOMISI V
Mitigasi bencana yang digalang Pemerintah dinilai masih jauh dari harapan. Sangat ironis, di tengah bencana banjir yang menimpa sejumlah daerah,...