Anggota DPR Pertanyakan Kesiapan Pertamina Kelola Blok Rokan

21-01-2020 / KOMISI VII

Anggota Komisi VII DPR RI, Kardaya Warnika saat Rapat dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan 10 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di ruang rapat Komisi VII DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020). Foto : Azka/Man

 

Anggota Komisi VII DPR RI, Kardaya Warnika menanyakan kesiapan PT Pertamina untuk mengelola Blok minyak dan gas Rokan setelah keputusan pengambil alihan Blok tersebut dari PT Chevron Pacific Indonesia tahun 2018 lalu. Hal tersebut diungkapkan Kardaya saat Rapat dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan 10 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di ruang rapat Komisi VII DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020).

 

“Tadi sempat dikatakan Pak Albert Simanjuntak (Presiden Direktur PT Chevron Pacific Indonesia) bahwa masih ada sekitar 60 ribuan dari saat pertama kali pemerintah mengambil alih (take over) Blok Rokan dari Chevron ke Pertamina. Pertanyaannya, apa Pertamina sudah siap mengelola itu semua. Jangan sampai saat diserahkan, Pertamina malah bingung. Hingga berpengaruh terhadap menurunnya produksi blok tersebut,” ujar Kardaya.

 

Kardaya tidak menginginkan bila kejadian seperti Blok Coastal Plains and Pekanbaru (CPP) terulang. Saat itu dijanjikan produksinya mencapai 60 ribu barel per hari, namun setelah diserahkan ke Pertamina, malah menurun menjadi 28 ribu barel per hari.

 

Untuk menghindari hal-hal seperti itu, lanjut Kardaya, perlu diketahui apa yang akan dilakukan oleh PT Chevron Pacific Indonesia pada tahun 2021 mendatang. “Apakah Chevron akan menjadi adviser atau dilepas begitu saja. Jangan sampai dilepas, tapi hancur,” tambah politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

 

Sebagaimana diketahui, Blok Rokan merupakan blok minyak terbesar di Indonesia yang selama puluhan tahun terakhir pengelolaannya dipegang oleh Chevron Pasific Indonesia. Pada tahun 2021 hingga 2041, Blok yang berada di Riau tersebut pengelolaannya akan beralih ke PT Pertamina (Persero). (ayu/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Pertanyakan Kecepatan Penyebaran Virus Corona
18-02-2020 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Adriana Dondokambeymempertanyakan kecepatan penyebaran virus Corona. Apakah hasil rekayasa manusia atau senjata biologis. Pasalnya, ada...
Komisi VII Minta LBME Konfirmasi Isu dan Statemen Terkait Virus Corona
18-02-2020 / KOMISI VII
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin meminta konfirmasi atau kebenaran beberapa pernyataan dan isu terkait Virus Corona kepada...
Komisi VII Setuju Harga Gas Bumi Turun
18-02-2020 / KOMISI VII
Komisi VII DPR RI setuju pada kebijakan penurunan harga gas bumi. Namun, dampak ikutan dari penurunan itu, selain pendapatan negara...
Komisi VII Pertanyakan Hubungan LBME dengan Kemenkes Deteksi Virus Corona
18-02-2020 / KOMISI VII
Komisi VII DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), Amin Soebandrio untuk memperoleh...