Pembangunan BTS BAKTI Harus di Tempat Strategis

24-01-2020 / KOMISI I

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Bambang Kristiono saat memimpin Tim Kunspek Komisi I DPR RI meninjau BTS di Desa Mekar Sari, Lombok Tengah, NTB, Kamis (23/1/2020). Foto : Arief/Man

 

 

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Bambang Kristiono menyoroti pembangunan Base Transceiver Station (BTS) yang dibangun oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) di Nusa Tenggara Barat karena berada di tempat yang kurang strategis. Diketahui BTS BAKTI itu berada di lembah, yang seharusnya berada di dataran tinggi. Menurutnya, jika BTS berada di pegunungan, mungkin daya jangkaunya akan lebih maksimal.

 

“BTS tidak boleh terhalang gunung. Baru setengah kilometer sinyal sudah hilang. Padahal sebagaimana yang saya dengar jangkauannya sampai bisa radius 5 kilometer. Saya kira ini yang jadi koreksi kami bersama, agar ke depan di dalam pembangunan BTS-BTS itu bisa lebih terencana dengan baik,” ujar Bambang saat memimpin Tim Kunspek Komisi I DPR RI meninjau BTS di Desa Mekar Sari, Lombok Tengah, NTB, Kamis (23/1/2020).

 

Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, pihaknya juga ingin memastikan kesiapan NTB yang akan menjadi tuan rumah MotoGP pada tahun mendatang. “Kita juga ingin memastikan layanan kepada tamu-tamu asing maupun lokal yang akan datang di perhelatan akbar tersebut bisa berjalan seperti yang kita harapkan. Yaitu memberikan akses kemudahan sebesar-besarnya terhadap komunikasi yang kita selenggarakan,” harapnya.

 

Dalam kesempaan yang sama, Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan hampir 12 desa dan beberapa pondok pesantren telah dibantu oleh BAKTI Kominfo. Internet sudah banyak yang masuk ke desa-desa. Akan tetapi masih ada 30 titik blankspot, karena tidak terjangkau oleh internet.

 

“Lombok Tengah sudah menjadi tujuan wisata dan tentunya membutuhkan perhatian dari kita semua mengingat 2021 mendatang perhelatan MotoGP di Lombok nanti hampir 150 ribu tamu kita yang datang membutuhkan akses layanan internet,” kata Lalu Pathul dalam paparannya kepada Tim Kunspek Komisi I DPR RI. (afr/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi I Gali Kerja Sama Pertahanan RI-Ukraina dengan Pakar
18-02-2020 / KOMISI I
Komisi I DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan para pakar dan akademisi untuk meminta pandangan dan masukan...
KPI Diminta Kawal Siaran di Wilayah Perbatasan
17-02-2020 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Lodewijk Paulus meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengawasi isi siaran di wilayah perbatasan Indonesia dan...
Revisi P3SPS Diharapkan Jangkau Media Baru
17-02-2020 / KOMISI I
Komisi I DPR RI mendorong Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat untuk segera menuntaskan revisi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program...
RUU Penyiaran Harus Akomodir 'Stakeholder' Daerah 3T
12-02-2020 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan menilai Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran harus memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh stakeholder...