Langkah Polda Jabar Antisipasi Sunda Empire Diapresiasi Komisi III

25-01-2020 / KOMISI III

Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi di sela-sela pertemuan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI dengan Kapolda dan Kepala Kejaksaan (Kajati) Jabar, di Bandung, Jabar, Jumat (24/1/2020). Foto : Tiara/Man

 

Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengapresiasi Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) dalam melakukan penyelidikan dan antisipasi munculnya organisasi Sunda Empire di Jabar, khususnya di Bandung, agar hal ini tidak meresahkan masyarakat. Menurutnya kejadian tersebut perlu diperhatikan Polda, Kejati, dan lembaga hukum lain di Jabar dalam mengayomi dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

 

“Menyangkut Sunda Empire, sebenarnya boleh-boleh saja jika terbuktikan kebenarannya. Apakah ada catatan sejarah, sosiologi, atau antropologi yang menyatakan adanya kerajaan atau organisasi tersebut. Hal ini perlu dibuktikan, diklarifikasi dan diselidiki agar tidak meresahkan dan jangan sampai menimbulkan penipuan kepada masyarakat," jelas Habib di sela-sela pertemuan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI dengan Kapolda dan Kepala Kejaksaan (Kajati) Jabar, di Bandung, Jabar, Jumat (24/1/2020).

 

Politisi PKS ini menilai fenomena munculnya organisasi Sunda Empire bisa jadi merupakan sebuah faktor pengalihan isu, atau suatu bentuk kejenuhan masyarakat dengan situasi ekonomi saat ini. "Kalau saja ekonomi teratasi, rakyat bisa hidup sejahtera dan penuh kemakmuran saya pikir tidak akan ada lagi kemunculan organisasi seperti Sunda Empire dan organisasi lainnya yang saat ini tengah bermunculan," tandas Adang.

 

Senada dengan Habib, Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana meminta kepada Polda dan Kejati Jabar beserta jajaran untuk dapat berkoordinasi dalam mendukung melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan cara melalui pembinaan. Sehingga nantinya ke depan aliran-aliran organisasi kemasyarakatn yang dapat menimbulkan ideologi-ideologi atau kepercayaan yang meresahkan bahkan merugikan masyarakat bisa dihindari. 

 

"Karena tidak menutup kemungkinan khususnya di Jabar ini ketika kondisi kesukuan atau kekulturannya kuat dapat sangat mudah untuk kemudian dipicu atau ditumpangi oleh paham-paham yang hanya menguntungkan beberapa pihak tertentu. Untuk itu dengan kuatnya kultur di Jabar ini mari kita jadikan kelebihan untuk menjadikan masyarakat Jabar yang guyub, damai, dan sejahtera," imbuh politisi Partai F-NasDem ini.

 

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi melaporkan, bersama Kejati sedang mengkaji dan sudah memanggil sejumlah saksi, ahli budaya, dan ahli hukum untuk mengetahui kebenaran dalam menyelidiki kemunculan organisasi Sunda Empire. “Kalau aturan hukumnya sudah tepat selanjutnya kami lakukan solusi terbaik apa yang harus kita lakukan terhadap kemunculan organisasi tersebut. Kami terus melakukan pemeriksaan, baik dari kalangan budayawan, pakar hukum. Saat ini kami sedang melakukan pemetaan," tuturnya. (tra/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi III Dorong Bareskrim Polri Tuntaskan Kasus TPPI
20-02-2020 / KOMISI III
Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Bareskrim Mabes Polri membahas penanganan perkara kasus...
Sarana dan Prasarana Pengadilan Tinggi DKI Belum Memadai
19-02-2020 / KOMISI III
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir memimpin rombongan Anggota Komisi III mengunjungi Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Kunjungan tersebut...
Tindak Bandar Narkoba Secara Strategis
10-02-2020 / KOMISI III
Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery, menekankan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) agar melakukan penindakan pemberantasan bandar narkoba secara...
Penegak Hukum Harus Sinergi Berantas TPPO
07-02-2020 / KOMISI III
Tindak pidana perdangan orang (TPPO) sudah menjadi extraordinary crime bagi dunia hukum. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kasus TPPO...