Bermanfaat Untuk Petani, Distribusi Pupuk Subsidi Harus Lebih Efisien

28-01-2020 / KOMISI IV

Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan, saat RDP dengan Kementan, PT. Pupuk Indonesia, dan Himbara, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (27/1/2020). Foto : Runi/Man

 

Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mengakui bahwa keberadaan pupuk bersubsidi telah memberikan manfaat besar bagi petani, sehingga distribusi pupuk ini harus dilakukan secara akurat, efisien dan tepat sasaran. Oleh karena itu, Johan meminta Pemerintah terus mendorong penggunaan pupuk yang efisien melalui berbagai kebijakan meliputi aspek teknis, penyedian dan distribusi maupun harga melalui subsidi.

 

Legislator F-PKS ini melihat masih sering terjadi kasus kelangkaan pasokan pupuk yang menyebabkan harga aktual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) dan margin pemasaran lebih tinggi dari yang ditetapkan Pemerintah. Ia mengaku telah memberikan sejumlah rekomendasi kepada Pemerintah untuk memperbaiki aspek teknis, manajemen, dan regulasi penyaluran pupuk subsidi, sehingga memenuhi prinsip tepat waktu, tepat jenis, tepat jumlah dan tepat mutu.

 

“Rekomendasi Fraksi PKS sejalan dengan keputusan Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian pada 5 Januari, sehingga Panja Pupuk di Komisi IV DPR dapat melakukan pengawasan pupuk subsidi dengan optimal. Kami mendesak Pemerintah agar penyaluran pupuk bisa lebih tepat sasaran,” tutur Johan saat RDP dengan Kementan, PT. Pupuk Indonesia, dan Himbara, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (27/1/2020).

 

Adapun rekomendasi yang ia berikan kepada Pemerintah adalah mendorong Kementan memperbaiki data petani penerima pupuk subsidi dan mendorong PT. Pupuk Indonesia meningkatkan kuantitas dan kualitas pupuk subsidi. “Selain itu kami juga mendesak Pemerintah, TNI, serta Polri juga turut serta meningkatkan pengawasan di lapangan dan menindak tegas pelaku penyimpangan pupuk subsidi. Karena berdasarkan pengalaman yang ada, yakni audit BPK tahun 2016, sekitar 30 persen pupuk bersubsidi jatuh ke perusahaan besar,” tutur Johan.

 

Politisi dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) ini pun mengakui distribusi pupuk ini masih perlu diperbaiki secara menyeluruh. Pasalnya ia mencermati perbandingan jumlah subsidi pupuk yang dialokasikan kerap tidak sebanding dengan peningkatan jumlah produksi pertanian beberapa tahun terakhir ini. Jika distribusinya diperbaiki dan tepat sasaran, maka ia yakin produktifitas hasil pertanian dapat meningkat secara perlahan. (hs/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Aktivitas Korporasi Harus Sejahterakan Masyarakat
22-02-2020 / KOMISI IV
Pemerintah harus hadir untuk memastikan bahwa aktivitas korporasi tidak mencemari lingkungan sekitar dan juga tidak mengorbankan kesejahteraan mata pencarian masyarakat...
Kementerian LHK Diminta Tegas Terhadap Perusahaan Perumahan
22-02-2020 / KOMISI IV
Ketua Komisi IV DPR RI Sudin meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan...
PSDKP Batam Butuh Tambahan Kapal Patroli
22-02-2020 / KOMISI IV
Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mengatakan Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam kekurangan kapal patrol yang...
Harga Bawang Putih di Batam Stabil
22-02-2020 / KOMISI IV
Ketua Komisi IV DPR RI Sudin peninjauan harga bawang putih di Pasar Induk Jodoh, Batam untuk memastikan tidak adanya gejolak...