Anggota DPR Apresiasi Keberhasilan Himbara Jalankan Program KUR

08-02-2020 / KOMISI VI

Anggota Komisi VI DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono. Foto : Andri/mr

 

Anggota Komisi VI DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono mengapresiasi kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang telah berhasil menjalankan kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia mengatakan, KUR meruakan salah satu produk kebanggan bangsa yang telah diinisiasi sejak tahun 2007 atau sudah berjalan selama 13 tahun.

 

Demikian diungapkan Ibas, sapaan akrabnya, saat mengikuti pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI dengan direksi Himbara di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (7/2/2020). Ibas mengatakan karena program KUR dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

 

"Saya senang, KUR ini adalah produk kebanggaan bangsa kita. Tentu banyak tantangan dan juga tidak sedikit peluang yang kita dapatkan dari program yang sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat. KUR ini bukan dinilai hanya sebatas uang, namun secara filosofi KUR merupakan upaya untuk menyelesaikan masalah ekonomi, sesuai dengan tujuan utama KUR yaitu mengentaskan kemiskinan," ungkap Ibas.

 

Ibas menekankan bahwa program KUR yang diinisiasi pada zaman Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini ke depan harus memperluas cakupan usaha-usaha yang berada di tanah air untuk mengurangi angka pengangguran secara merata di Indonesia.

 

"Itulah mengapa KUR dimunculkan di Indonesia, dan saya melihat perkembangan selama 13 tahun ini, jangkauan sudah merata. Bahkan ada sekitar 60 persen KUR dikelola oleh kaum perempuan. Dapat dibayangkan apabila KUR semakin dikelola maksimal dan kita dapat memastikan produk-produk unggulan yang dekat dengan kita seperti one vilage one product seperti contohnya Mitra Sehat UMKM di Pacitan merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan ekonomi kita,” papas Ibas

 

Ibas yang juga merupakan Pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini berharap pelaksanan KUR ke depan menjadi lebih baik. "Jangan sampai terjadi Crowding-out Effect yang biasanya terjadi karena banyak pemilik dana yang memilih SBN. Sehingga pasar kredit kehabisan dana yang pernah kejadian tahun 2014 di Indonesia. Jangan ada rekayasa ataupun manipulasi data,” tegasnya.

 

Selain itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat ini menanyakan perihal ada tidaknya kerja sama antara Himbara dengan Holding BUMN bidang pangan di Cirebon, terutama untuk pengembangan industri pengolahan dan distribusi komoditas lokal, seperti garam, batik, dan udang agar UMKM lebih berkembang. 

 

Ia juga menekankan bahwa program pemerintah yang sudah berjalan dari 2007 dengan alokasi dana sekitar Rp 320 triliun ini merupakan inisiatif dan langkah nyata Pemerintahan Presiden SBY kala itu dalam mengentaskan kemiskinan, memperluas usaha, dan mengurangi pengangguran secara merata dan berkeadilan. Terbukti hari ini program KUR masih dilanjutkan oleh pemerintahan Jokowi. (man/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Segera Sosialisasikan RS BUMN yang Melayani Pasien Covid-19
04-04-2020 / KOMISI VI
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung mendorong Menteri BUMN Erick Thohir untuk menyebarluaskan informasi terkait rumah sakit BUMN...
DPR Dukung Penuh Transformasi BUMN
04-04-2020 / KOMISI VI
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih mendukung penuh upaya Kementerian BUMN dalam melakukan transformasi untuk membuat perusahaan...
Kerahkan Seluruh Sektor BUMN Tanggulangi Covid-19
04-04-2020 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Sitorus mendorong Kementerian BUMN untuk mengerahkan semua kekuatan yang dimiliki dalam upaya pemerintah...
Pemerintah Harus Fasilitasi UMKM Produksi Masker Non-Medis
03-04-2020 / KOMISI VI
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima Susetyo berharap Pemerintah dapat membantu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk...