Perlu Sinkronisasi Pendidikan Vokasi Dengan Industri

07-02-2020 / KOMISI X

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Panja Pendidikan Vokasi Komisi X DPR RI ke Politeknik Negeri Bali. Foto : Taufan/mr

 

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menilai, kolaborasi yang erat antar para pemangku kepentingan merupakan kunci keberhasilan pendidikan vokasi. Pasalnya ia mendapat informasi bahwa pengangguran dari lulusan SMK cukup tinggi, sementara banyak pelaku industri yang mengeluh kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Karena itu kedua pihak ini harus disinkronkan, dan pemerintah harus memfasilitasinya.

 

Hetifah menambahkan, selama ini sudah banyak inisiatif-inisiatif yang dilakukan oleh pihak swasta maupun akademisi untuk menyelenggarakan pendidikan vokasi yang lebih baik. Politeknik Negeri Bali sebagai salah satu penyelenggara pendidikan vokasi di Provinsi Bali, dinilai memiliki banyak pengalaman baik dalam mendorong link and match antara pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri.

 

“Sudah banyak contoh suksesnya, seperti model teaching factory, apprenticeship, dan lain-lain. Apa yang sudah berhasil dilakukan di Bali ini juga bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya. Jika ada model yang sudah bagus mengapa tidak kita replikasi,” papar Hetifah saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Panja Pendidikan Vokasi Komisi X DPR RI ke Politeknik Negeri Bali, Bali, Kamis (6/2/2020).

 

Hetifah mengimbau Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk memasukkan rencana pengembangan pendidikan vokasi dalam Grand Design Pendidikan Nasional. “Kemendikbud dapat berkolaborasi dengan APINDO dan KADIN untuk memetakan kebutuhan SDM nasional maupun daerah, dan bersama-sama merancang kurikulum dan model pembelajaran yang cocok untuk masing-masing daerah,” jelas Hetifah.

 

Politisi Partai Golkar ini meyakini, latar belakang Mendikbud yang berasal dari dunia industri dapat membantu keberjalanan proses ini. “Mas Menteri saya kira sudah paham keadaan industri itu seperti apa, butuhnya seperti apa. Oleh karena itu kami tunggu terobosan-terobosannya yang non-konvensional dan saya harap transformatif untuk dunia pendidikan dan industri kita.” pungkasnya. (tn/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Cara Pembelajaran Daring Diapresiasi
03-04-2020 / KOMISI X
Muncul gagasan untuk merilis cara pembelajaran daring (online) di tengah wabah virus Corona (Covid-19). Platform cara pembelajaran daring sangat diapresiasi...
Komisi X Bahas Sistem Belajar Daring dengan Pengelola Sarana Pendidikan Berbasis IT
02-04-2020 / KOMISI X
Komisi X DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) secara virtual dengan para pengelola sarana pembelajaran berbasis IT, diantaranya...
Larangan Mudik Harus Sertakan Sanksi
01-04-2020 / KOMISI X
Larangan mudik Lebaran tahun ini yang diserukan Presiden Joko Widodo idealnya harus menyertakan sanksi bagi pelanggarnya. Menurut Wakil Ketua Komisi...
Hetifah Dukung Akses Gratis Platform ‘Online’ Pendidikan
01-04-2020 / KOMISI X
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan memperpanjang status darurat Corona (Covid-19) hingga 19 April 2020. Hal ini termasuk memperpanjang masa belajar...