Anggota DPR Dorong Pembangunan Infrastruktur di Labuan Bajo

17-02-2020 / KOMISI X

Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI ke destinasi pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto : Andri/mr

 

Anggota Komisi X DPR RI Fahmi Alaydroes menekankan agar pemerintah meningkatkan pembangunan sarana infrastruktur penunjang pariwisata dalam rangka menarik minat pengunjung ke destinasi pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

"Infrastruktur penunjang pariwisata yang berada di destinasi wisata Labuan Bajo, masih banyak yang kurang. Misalnya saja MCK yang kurang terawat, tempat ibadah dan posko kesehatan yang fasilitasnya masih minim," kata Fahmi di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Provinsi NTT, Jumat (14/2/2020).

 

Menurutnya, pariwisata yang terdapat di Provinsi NTT sudah mendunia. Salah satunya adalah satwa Komodo yang tersebar di Taman Nasional (TN) Komodo yang bernilai tinggi dan hanya ada satu-satunya di seluruh dunia.

 

Politisi PKS itu berharap agar fasilitas sarana dan prasarana pendukung lainnya dapat lebih ditingkatkan untuk memberikan rasa nyaman dalam berwisata. Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pariwisata dan mendukung upaya pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bidang pariwisata khususnya di Labuan Bajo.

 

Upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo dilakukan pemerintah secara bertahap, dengan memprioritaskan pembenahan infrastruktur. Dimulai dengan menata Waterfront Labuan Bajo yang dilakukan dengan membangun promenade atau zona pejalan kaki, dilengkapi dengan fasilitas yang nyaman, termasuk taman, kios-kios dan menara pandang di Puncak Waringin.

 

“Jika pembangunan infrastruktur untuk Labuan Bajo selesai tahun 2020 ini, saya yakin wisatawan dalam ataupun luar negeri akan banyak yang datang ke sini, untuk menikmati keindahan alam Labuan Bajo,” kata Fahmi seraya menambahkan Labuan Bajo yang berada di Pulau Flores itu, merupakan gerbang bagi wisatawan yang ingin meneruskan eksplorasinya hingga ke Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar.

 

Kondisi saat ini, di pesisir pantai Labuan Bajo menjadi tempat bersandarnya kapal wisata jenis pinisi dan yach. Namun, akses pariwisata yang seyogyanya menjadi pintu masuk wisatawan melalui laut itu masih bercampur dengan kegiatan peti kemas. “Ini destinasi wisata premium, jadi penanganan dan penataannya harus serius, supaya bisa menarik banyak wisatawan dalam ataupun luar negeri,” harapnya.(man/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Kondisi Darurat, Agustina Wilujeng: Pelajar Wajib Dapat Pendidikan Layak
29-03-2020 / KOMISI X
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim untuk tetap dapat menjamin...
Realokasi Anggaran Kemendikbud Harus Tepat Sasaran
29-03-2020 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Illiza Sa’aduddin Djamal meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim agar tidak menggunakan anggaran pendidikan...
Berdayakan SMK Ciptakan Produk Kebersihan yang Langka di Pasaran
28-03-2020 / KOMISI X
Dengan semakin meluasnya pandemi corona virus diseases (Covid-19) di Indonesia dan sangat sulitnya masyarakat untuk menemukan hand sanitizer dan masker...
Tanpa Dukungan Masyarakat, Sia-sia Hadapi Covid-19
27-03-2020 / KOMISI X
Aksi Pemerintah yang sudah maksimal menangani wabah virus Corona (Covid-19) harus didukung masyaralat luas di Tanah Air. Tanpa itu, sia-sia...