Pengembangan Pariwisata Harus Perhatikan Kearifan dan Kesejahteraan Penduduk Lokal

18-02-2020 / KOMISI X

Anggota Komisi X DPR RI Fahmy Alaydroes. Foto : Andri/mr

 

Anggota Komisi X DPR RI Fahmy Alaydroes meminta pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah harus memperhatikan kearifan dan kesejahteraan penduduk lokal dalam mengembangkan pariwisata di daerah. Ia tidak ingin masyarakat lokal hanya menjadi penonton di tengah pesatnyaperkembangan pariwisata.

 

Demikian diungkapkan Fahmy saat pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI dengan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula, Presiden Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo membahas destinasi wisata super prioritas di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (14/2/2020).

 

"Kehadiran investor swasta, baik dari dalam atau luar negeri, seyogyanya tidak boleh ‘meninggalkan’ masyarakat lokal. Bahkan, masyarakat sekitar kawasan wisata harus mendapat prioritas dan kepastian dalam hal menikmati dampak ekonominya. Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton belaka, dan akhirnya mereka tetap miskin dan merana," ungkap Fahmy.

 

Dalam rapat tersebut, Fahmi menyampaikan beberapa catatan terkait arah kebijakan pengembangan destinasi pariwisata. Sejak awal harus dipastikan, arah kebijakan pengembangan wisata yang menggunakan dana APBN triliunan rupiah ini harus memberi kemaslahatan kepada masyarakat dan negara, bukan hanya bagi investor.

 

"Menjadikan pengembangan obyek wisata sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan pengembangan kualitas insani. Pemerintah harus juga mendukung pengembangan lembaga Pendidikan yang sarat akan kepentingan menyiapkan insan-insan penyelenggara, pengelola dan pendukung wisata" lanjut fahmy. 

 

SMK Kepariwisataan, Politeknik Kepariwisataan, Lembaga-lembaga dan pusat-pusat pelatihan kursus industri kreatif, kerajinan dan kuliner khas daerah setempat harus dibangun dan dikembangkan di setiap wilayah atau kawasan wisata prioritas atau super prioritas. "Jangan sampai ketika kita mengunjungi tempat wisata Labuan Bajo apalagi ini kelasnya internasional, tidak ada tempat menjual kuliner khas setempat yang bisa jadi satu daya tarik untuk wisatawan mencobanya," terangnya.

 

Lebih lanjut politisi Fraksi PKS ini menjelaskan bahwa pemerintah telah menggelontorkan dana ratusan miliar agar kelak kawasan ini menjadi destinasi wisata yang memenuhi standar kelas dunia dalam hal aksesibilitas yang mudah, atraksi yang menarik, aktivitas yang aman, nyaman dan menyenangkan, akomodasi yang memadai, bersih, dan harga yang pantas, dan amenitas yang lengkap sesuai kebutuhan pengunjung.

 

Fahmy juga berpesan agar menjaga, merawat dan memelihara ekosistem dan orsinalitas natural kawasan, sehingga tetap menjadi warisan kekayaan alami yang seimbang dan harmoni. Jangan sampai merubah atau merusak ekosistem. Memperhatikan dampak lingkungan terhadap kawasan destinasi, terutama sampah, kerusakan ekosistem, dan juga kerusakan lingkungan sosial dan budaya akibat dari perilaku dan budaya pendatang yang tidak sesuai dengan kebudayaan lokal.

 

"Pengembangan destinasi wisata, buka hanya melulu memberikan dampak positif bagi perekonomian tapi juga pembangunan di daerah kawasan destinasi, kemajuan pembangunan manusia sekitar kawasan destinasi, konservasi lingkungan, dan kemajuan budaya masyarakat lokal," tandas Fahmi. Sampai saat ini Labuan Bajo masih dalam tahapan pembangunan, dan akan direncanakan menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT G20 Tahun 2023 mendatang. (man/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Kondisi Darurat, Agustina Wilujeng: Pelajar Wajib Dapat Pendidikan Layak
29-03-2020 / KOMISI X
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim untuk tetap dapat menjamin...
Realokasi Anggaran Kemendikbud Harus Tepat Sasaran
29-03-2020 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Illiza Sa’aduddin Djamal meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim agar tidak menggunakan anggaran pendidikan...
Berdayakan SMK Ciptakan Produk Kebersihan yang Langka di Pasaran
28-03-2020 / KOMISI X
Dengan semakin meluasnya pandemi corona virus diseases (Covid-19) di Indonesia dan sangat sulitnya masyarakat untuk menemukan hand sanitizer dan masker...
Tanpa Dukungan Masyarakat, Sia-sia Hadapi Covid-19
27-03-2020 / KOMISI X
Aksi Pemerintah yang sudah maksimal menangani wabah virus Corona (Covid-19) harus didukung masyaralat luas di Tanah Air. Tanpa itu, sia-sia...