BAKN Minta Klarifikasi Unsrat Terkait Temuan BPK

22-11-2012 / B.A.K.N.

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR melakukan Kunker ke Universitas Sam Ratulangi Manado. Kunjungan tersebut adalah dalam rangka mengklarifikasi Laporan Hasil Temuan Pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) atas Pengadaan Barang dan Jasa TA 2008 hingga 2010 di Universitas Tersebut

Ketua BAKN Sumaryati Arjoso yang sekaligus memimpin rombongan tersebut mengatakan, dalam kunjungannya ke Universitas Sam Ratulangi tersebut dalam rangka mencari masukan dan klarifikasi dari hasil temuan hasil pemeriksaan BPK tersebut yang akan dibawa ke Jakarta sebagai dasar laporan BAKN kepada Komisi yang bersangkutan untuk tditindaklanjuti lebih lanjut.                  
 
Sumaryati Arjoso juga menambahkan, bahwa BAKN DPR yang dibentuk oleh DPR ini merupakan alat kelengkapan Dewan yang bersifat tetap dan berfungsi untuk menindaklanjuti laporan hasil pemeriksaan BPK dalam hal pengawasan penggunakan keuangan negara.  
 
Ketua rombongan Sumaryati Arjoso menambahkan, dalam melaksanakan tugas sebagaimana tadi, BAKN dalam rangka pelaksanaan kunjungan kerja ke Propinsi Sulawesi Utara diharapkan dapat memperoleh penjelasan secara rinci dari Rektor Universitas Sam Ratulangi tentang permasalahan-permasalahan yang telah diungkapkan dalam laporan hasil pemeriksaan BPK atas pengadaan barang dan jasa tersebut.              
 
Ketua BAKN Sumaryati arjoso mengemukaan bahwa temuan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (academik Hospital) UNSRAT yang direncanakan akan diselesaikan dalam jangka waktu empat tahun sejak tahub 2009/2012 
 
Sementara Pembantu Rektor II Prof. Kidangin mengatakan, bahwa temuan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK. Tahun anggaran 2008 sampai dengan 2010, atas permasalahan tersebut telah ditindak lanjuti dengan melakukan perbaikan SOP atas pengadaan barang dan jasa.
 
Dia mengatakan, hasil temuan BPK di Universitas Sam Ratulangi Manado dianggap belum memadai, sehingga berpotensi kerugian negara yang tidak ditemukan keberadaannya senilai hampir 400 milyar, namun sebagian sudah dikembalikan kepada kas negara.        
 
Dia juga menambahkan bahwa, permasalahan tersebut telah ditindak lanjuti oleh pihak Universitas yaitu dengan cara Rektor telah memberikan sanksi secara tertulis kepada panitia pengadaan, sesuai dengan surat teguran. Pertemuan antara Rombongan BAKN dilakukan di ruang sidang, lantai IV Universitas Sam Ratulangi Manado, Selasa (20/11) siang lalu. (spy)

  • SHARES
BERITA TERKAIT
Dana Otsus Didorong Fokus Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan
23-01-2020 / B.A.K.N.
Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI menerima sejumlah masukan dan saran terkait kebijakan pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk...
Perlu Ada Kajian Strategis Terhadap Dana Otsus
22-01-2020 / B.A.K.N.
Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Ahmad Syaikhu menjelaskan perlu ada kajian yang strategis yang lebih mendalam...
Tahapan Pencairan Dana Otsus Papua Perlu Disederhanakan
17-01-2020 / B.A.K.N.
Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI berpendapat, pencairan dana otonomi khusus (Otsus) agar disederhanakan dari tiga tahap...
BAKN Apresiasi Pengalokasian Dana Otsus Papua Barat
17-01-2020 / B.A.K.N.
Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Marwan Cik Asan mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Papua Barat yang meningkatkan tanggung...