PANGAR : APBN 2009 DEFISIT 0.2 PERSEN DARI PDB

14-07-2009 / BADAN ANGGARAN
Wakil Ketua Panitia Anggaran Suharso Monoarfa mengungkapkan APBN 2009 hingga semester I-2009 mengalami defisit 0.2 persen dari PDB. "Sementara Realisasi anggaran hingga akhir 2009 diperkirakan tidak sampai 2.5 persen dari PDB yang ditargetkan APBN,"katanya saat Raker dengan Menkeu dan Bank Indonesia, Senin malam, (13/7) Menurut Monoarfa, defisit terjadi karena realisasi belanja pegawai dan transfer kedaerah yang lebih cepat untuk menjaga pertumbuhan konsumsi. Panitia kerja panitia anggaran DPR dalam rangka pembahasan laporan pemerintah melaporkan pelaksanaan APBN semester I-2009 dan prognosa semester II-2009 tahun anggaran 2009, realisasi pembiayaan dalam semester I-2009 mencapai Rp 47,8 triliun atau 34,3% dari target APBN 2009. Pembiayaan tersebut terdiri atas, Penerbitan SBN neto yang telah mencapai Rp 69,2 triliun atau 126,1%, Penarikan pinjaman luar negeri (bruto) yang belum optimal, masih negatif sebesar Rp 16,8 triliun atau 29,2% dan Pembayaran cicilan pokok utang luar negeri sebesar Rp 35 triliun atau 48,5%. (si)

  • SHARES
BERITA TERKAIT
Harus Ada Altenatif Sumber Pendapatan Selain Menaikan Cukai Rokok
16-09-2019 / BADAN ANGGARAN
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Alex Indra Lukman menuturkan bahwa pemerintah sudah seharusnya mencari alternatif penambahan pendapatan lain, selain...
Banggar Setujui Postur Sementara TKDD 2020
12-09-2019 / BADAN ANGGARAN
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI akhirnya menyetujui postur sementara Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dalam RAPBN 2020 sebesar...
Banggar Setujui Pagu Anggaran Kemenko Kemaritim TA 2020
09-09-2019 / BADAN ANGGARAN
Setelah melakukan pendalaman dengan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Badan Anggaran DPR RI akhirnya menyetujui pagu anggaran Kementerian Koordinator Bidang...
Subsidi Elpiji 3 KG Harus Tepat Sasaran
04-09-2019 / BADAN ANGGARAN
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menegaskan, penyaluran subsidi elpiji 3 kilogram (KG) harus tepat sasaran. Pasalnya,...