PDAM Tirta Musi Palembang Belum Selesaikan Temuan dan Rekomendasi BPK.

18-03-2013 / B.A.K.N.

Tindak lanjut dua temuan BPK Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang belum terselesaikan, maka PDAM diminta segera menyelesaikan secara tuntas 2 temuan dan rekomendasi BPK tersebut.

Demikian dikatakan Ketua Tim Kunjungan Kerja Badan Akuntabilitas Keuangan negara (BAKN) Fauzi Achmad, pernyataan ini disampaikan pada saat melakukan pertemuan dengan Direktur Utama PDAM Syaiful di Hotel Novotel Palembang Sumatera Selatan Jum’at (15/3) siang.

Fauzi Achmad menambahkan, walaupun demikian PDAM Tirta Musi Palembang beberapa tahun terakhir telah memiliki kinerja keuangan yang baik, hal ini terlihat dari investasi aset yang meningkat juga telah melakukan pelunasan sebagian besar hutang, dan juga telah memberikan kontribusi laba terhadap perusahaan dan deviden kepada pemerintah daerah.

Dia meminta, agar PDAM Tirta Musi Palembang untuk segera mencegah serta menurunkan tingkat kehilangan air (losses) dalam penyaluran air kepada konsumen sampai pada tingkat yang diharuskan.

Sementara itu, Dirut PDAM Syaiful menanggapi tentang temuan dan rekomendasi BPK, diakuinya memang ada beberapa kendala yang dihadapi PDAM Tirta Musi Palembang dalam menindaklanjuti temuan pemeriksaan BPK, diantaranya ada beberapa perbedaan persepsi antara PDAM Tirta Musi dengan Dispenda Sumatera Selatan tentang Pajak pengambilan Air Bawah Tanah dan air permukaan . Padahal perhitungan PDAM Tirta Musi menghitung berdasarkan air tersekening yang dibayar oleh pelanggan, sedangkan Dispenda menghitung pajak air permukaan berdasarkan air yang diambil dari sungai Musi,

Dirut PDAM Syaiful menegaskan mengenai pelanggan yang meter airnya rusak, macet serta hilang atau tertimbun, dikatakan bahwa setelah di cek ulang kondisi diatas lapangan, pada kondisi ini petugas membaca meter tidak dapat membaca angka meter yang tertera di meter air, sehingga biaya pemakaian air berdasarkan perhitungan sesuai dengan hasil pembacaan dan pencatatan meter air setiap bulan  dikalikan tarif air minum yang berlaku.

Syaiful juga mengatakan, saat ini PDAM sudah memperbaiki management pendataan dan pembacaan meter serta management penggantian meter,dimana dari jumlah pelanggan sebanyak 205.025 sambungan sebanyak 98% meter airnya dalam kondisi baik sehingga penaksiran pemakaian air pada pelanggan dapat terus dikurangi. (Spy).


  • SHARES
BERITA TERKAIT
BAKN Sosialisasikan Tugas dan Fungsi di Unpad Bandung
27-08-2019 / B.A.K.N.
Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI hingga kini masih terus berupaya melakukan penguatan lembaga dengan cara sosialisasi terkait tugas...
BAKN Teruskan Kerjasama Dengan Lembaga Penelitian Perguruan Tinggi
26-08-2019 / B.A.K.N.
Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengatakan, BAKN akan terus mengembangkan kerjasama dengan Lembaga Penelitian...
BAKN Gelar Seminar Penguatan Akuntabilitas Keuangan Negara
21-08-2019 / B.A.K.N.
Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI menggelar seminar nasional bertajuk Mengawal Akuntabilitas Keuangan Negara sebagai langkah BAKN untuk menghimpun...
BAKN Perkuat Pengawasan Keuangan Negara
21-08-2019 / B.A.K.N.
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan bahwa keberadaan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) sangat penting dalam meningkatkan pengawasan akuntabilitas...