Komisi X Minta Kajian Mendalam Terkait Minat Baca

04-06-2013 / BADAN ANGGARAN

Anggota Komisi X Irsal Yunus meminta jajaran Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) untuk melakukan kajian mendalam terkait dengan minat baca di masyarakat. Ia melihat, anggaran yang dimiliki oleh PNRI hanya terfokus pada sarana dan prasarana.

“Bagaimana jika dibuat kajian mendalam terkait minat baca? Yang saya maksud, selama ini anggaran PNRI yang mencapai Rp. 400 miliar itu hanya untuk membangun sarana dan prasarana saja. Sedangkan untuk program minat baca, hanya disiapkan anggaran sebesar Rp. 1 miliar saja. Kami menginginkan kajian yang komprehensif tentang minat baca ini,” pinta Irsal ketika rapat dengar pendapat dengan Kepala PNRI Sri Sularsih, di Gedung Nusantara I, Selasa (04/6).

Selain itu, politisi PDI-P ini juga meminta penggolongan dalam pengkajian minat baca ini. Misalnya kajian minat baca setingkat PAUD, SD, SMP dan seterusnya. Menurutnya, ini dapat dibagi sesuai dengan kebutuhan masing-masing tingkatan.

“Disinilah PNRI untuk menjadi otodidak. Kalau masuk sekolah kan ada kewajiban pendidikan selama 9 tahun, ada Undang-undangnya. Sedangkan di PNRI tidak ada UU yang mengatur soal gemar membaca, namun memiliki tugas meningkatkan minat dan gemar membaca. Saya juga mengusulkan supaya mengkoreksi anggaran yang diajukan, sehingga ada pengkajian tentang minat baca ini,” ujar Irsal.

Sebagai informasi, pagu anggaran PNRI di tahun 2013 sebesar Rp 422 miliar, sedangkan di tahun 2014 sebesar Rp 433 miliar. Pagu indikatif PNRI di 2014 naik sebesar Rp 10 miliar atau 2,59% dibanding 2014.

Setujui Usulan Tambahan Anggaran

Komisi X menyetujui usulan tambahan anggaran inisiatif yang diajukan oleh PNRI dalam RAPBN TA 2014 sebesar Rp 291 miliar, diluar pagu indikatif tahun 2014 sebesar Rp 433 miliar. Penambahan anggaran inisiatif ini dimaksudkan untuk mendukung program prioritas yang dicanangkan PNRI.

Direncanakan, tambahan anggaran ini akan digunakan untuk pembangunan fasilitas layanan Perpustakaan Nasional di Jakarta, pembangunan perpustakaan elektronik, bantuan pengembangan perpustakaan umum, pendidikan dan pelatihan perpustakaan, tunjangan kinerja pelaksanaan reformasi birokrasi, serta pengembangan ruang layanan Perpustakaa Proklamator Bung Karno.

    Terkait dengan usulan penambahan anggaran ini, Anggota Komisi X Popong Otje Djundjunan mengingatkan agar tambahan anggaran ini dapat dialokasikan relevan untuk mengatasi kendala yang ada. Selain itu, anggaran dapat dapat diutamakan untuk program prioritas.

    “Arah kebijakan dalam paparan tadi adalah untuk meningkatkan gemar membaca. Namun, saya belum menemukan relevansi antara program tambahan anggaran dengan arah kebijakan. Sehingga saya berharap tambahan anggaran tadi dapat digunakan secara sungguh-sungguh untuk meningkatkan minat membaca,” pungkas Popong. (sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Kalsel Punya Potensi Meningkatkan Penerimaan Negara Dari Sektor Industri
25-02-2020 / BADAN ANGGARAN
Kunjungan Badan Anggaran DPR RI ke Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan, Pajak dan Bea Cukai Kalimantan Selatan, ingin mengetahui potensi penerimaan...
Kalsel Harus Siap Menjadi Daerah Penyangga Ibu Kota Baru
25-02-2020 / BADAN ANGGARAN
Kunjungan Kerja Badan Anggaran (Banggar) Ke Provinsi Kalimantan Selatan, melihat kesiapan Kalimantan Selatan menjadi daerah penyangga dan etalase Ibu Kota...
Perlu Ada Strategi Khusus untuk Tingkatkan Penerimaan Negara dari Pajak
25-02-2020 / BADAN ANGGARAN
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Ansar Ahmad menjelaskan, strategi penerimaan di sektor pajak tidak hanya dalam bentuk intensifikasi, tetapi...
Banggar Dukung Kalsel Lakukan Terobosan untuk Meningkatkan Perekonomian
25-02-2020 / BADAN ANGGARAN
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan, Kalimantan Selatan (Kalsel) harus melakukan inovasi dan terobosan untuk...