Fraksi PDIP tanggapi RAPBN 2010; KENAIKAN GAJI PNS MESTINYA 10-15 PERSEN

21-08-2009 / LAIN-LAIN
Fraksi PDI Perjuangan DPR menyatakan, mestinya kenaikan gaji PNS dan pensiunan dalam RAPBN 2010 sebesar 10-15 persen. Kenaikan sebesar itu wajar, karena kenaikan gaji PNS tahun 2008 sebesar 20% dan tahun 2009 sebesar 15% sementara tingkat inflasi dan kenaikan harga tidak terkendali. Hal itu ditegaskan anggota FPDIP DPR Jakobus K. Mayong Padang di depan Sidang Paripurna DPR Jumat (14/8) pada acara pemandangan umum fraksi-fraksi atas RAPBN 2010. RAPBN yang disampaikan Presiden Susulo Bambang Yudhoyono awal Agustus lalu menyebutkan bahwa PNS dan penisunan akan dinaikkan gaji sebesar 5 persen. Menurut FPDIP, dengan kenaikan itu para apatur Negara semakin meningkatkan kinerjanya dengan disiplin, professional dan benar-benar menjadi pelayan masyarakat. “ Tidaklah manusiawi membebani mereka harapan yang tinggi tanpa diimbangi dengan pendapatan memadai,” tegas Jakobus. Terhadap RAPBN 2010 yang mencapai jumlah Rp 1.009,5 triliun atau naik Rp 6,5 triliun dari APBN 2009, Fraksi yang beroposisi ini menyatakan pemerintah harus secara konsisten melaksanakan anggaran berbasis kinerja. Langkah ini harus terus didukung dengan reformasi birokrasi untuk meningkatkan pelayanan publik, memangkas rantai birokrasi yang tidak memberikan nilai tambah. Disamping itu, pemerintah juga diminta mempergunakan hasil penghematan belanja Negara dan peningkatan efektifitas belanja untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Fraksi ini juga menyoroti anggaran pendidikan dalam RAPBN 2010 sebesar Rp 202,9 triliun atau 20,1%. Meski telah memenuhi amanat konstitusi sebesar 20% dari APBN, menurut Fraksi PDIP kenaikan anggaran pendidikan itu sebagian besar untuk pembayaran gaji guru. “ Hanya sebagian alokasinya untuk proses peningkatan mutu pendidikan,” tandas Jakobus K Mayong Padang, Tak setuju defisit anggaran Dalam RAPBN 2010 defisit anggaran yang diajukan adalah Rp 98 triliun atau 1,6% dari PDB, mengalami kenaikan dibanding APBN 2009 sebesar Rp 51,3 triliun atau 1% dari PDB. Defisit tersebut direncanakan dibiayai dari sumber-sumber pembiyaan dalam negeri Rp 107,9 triliun dan pembiayaan luar negeri neto minus Rp 9,9 triliun. “ Fraksi PDIP tidak setuju atas kenaikan defisit anggaran tersebut karena akan menambah utang dan penjualan asset melalui privatisasi,” tegas Mayong Padang. Karena itu fraksi ini mengusulkan defifit anggaran tahun 2010 sebsar 0,0%, hal mana dapat dilakukan melalui efisiensi belanja Negara dan peningkatan pendapatan negara yang masih sangat berpeluang untuk ditingkatkan. (mp)

  • SHARES
BERITA TERKAIT
Ambang Batas Parlemen Tak Perlu Dinaikkan
02-06-2020 / LAIN-LAIN
Diskursus menaikkan ambang batas parlemen dalam Undang-Undang (UU) Pemilu dari 4 persen menjadi 7 persen, sebaiknya diurungkan. Tak perlu ada...
Jadikan Momentum Hari Lahir Pancasila untuk Menolak Ideologi Komunisme
01-06-2020 / LAIN-LAIN
Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Slamet meminta kepada Pemerintah agar peringatan hari lahir Pancasila yang diperingati setiap...
Herman Khaeron Bagikan Paket Sembako untuk Masyarakat Terdampak Covid-19
23-05-2020 / LAIN-LAIN
Situasi mewabahnya Covid-19 belum mereda bahkan masih terus meningkat. Guna meringankan beban masyarakat, Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron...
Ace Hasan Bantu Mahasiswa Terdampak Covid-19
22-05-2020 / LAIN-LAIN
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily turut prihatin terhadap dampak virus Corona (Covid-19) terhadap dunia pendidikan, termasuk...