TANPA KRITIKAN, DPR TIDAK AKAN MAJU

28-08-2009 / LAIN-LAIN

 Ada hal yang menarik dari Pidato Ketua HUT ke-64 MPR/DPR-RI di depan Sidang Paripurna Jumat (28/6). Pidato terakhir bagi DPR periode 2004-2009 menyambut hari jadi MPR/DPR ke 64 tersebut juga sebagai salam perpisahan karena para anggota Dewan akan lengser dari Senayan.
Salah satu hal yang menarik adalah ucapan terima kasih Ketua DPR kepada pers yang selama ini telah meliput dan menyebarluaskan berita-berita DPR kepada publik. “ Atas nama Pimpinan dan anggota Dewan kami sampaikan terima kasih kepada insane pers yang telah membantu mensosialisasikan lembaga DPR, mendorong dan bahkan mengkritisi lembaga DPR yang seringkali membuat gerah.
Namun menurut Ketua DPR, itulah cirri khas yang menjadi tugas pers sebagai salah satu pilar demokrasi. “ Tanpa kritikan, DPR tidak akan maju. Sekali lagi terima kasih atas kerja samanya, untuk dapat membangun DPR sebagaimana yang dikehendaki rakyat,” tandasnya.
Kepada jajaraan Sekretariat Jenderal DPR, Ketua DPR juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan peranannya dalam memberikan dukungan kepada Dewan. Dia berharap, ke depan Setjen akan lebih professional dalam melaksanakan tugas bagi DPR periode 2009-2014 yang akan segera bekerja tanggal 1 Oktober 2009.
Secara khusus, Agung Laksono juga menyampaikan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. “ Atas nama Dewan dan pribadi menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan-kekurangan DPR dalam mengemban tugas-tugas konstitusionalnya,” ia menambahkan.
Di bidang legislasi, Ketua DPR memperkirakan hingga akhir masa tugas 30 September 2009 Dewan akan menuntaskan lebih 175 RUU untuk disahkan menjadi UU, dari target Prolegnas sebanyak 284 RUU. Dari UU tersebut yang cukup fenomenal adalah UU Keterbukaan Informasi Publik, UU Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, UU Pelayanan Publik dan UU tentang Kewarganegaraan serta UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.
UU ini mempertegas komitmen bangsa Indonesia dalam penegakan dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan sebagaimana diamanatkan oleh Pembukaan UUD 1945 dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. (mp)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Ambang Batas Parlemen Tak Perlu Dinaikkan
02-06-2020 / LAIN-LAIN
Diskursus menaikkan ambang batas parlemen dalam Undang-Undang (UU) Pemilu dari 4 persen menjadi 7 persen, sebaiknya diurungkan. Tak perlu ada...
Jadikan Momentum Hari Lahir Pancasila untuk Menolak Ideologi Komunisme
01-06-2020 / LAIN-LAIN
Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Slamet meminta kepada Pemerintah agar peringatan hari lahir Pancasila yang diperingati setiap...
Herman Khaeron Bagikan Paket Sembako untuk Masyarakat Terdampak Covid-19
23-05-2020 / LAIN-LAIN
Situasi mewabahnya Covid-19 belum mereda bahkan masih terus meningkat. Guna meringankan beban masyarakat, Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron...
Ace Hasan Bantu Mahasiswa Terdampak Covid-19
22-05-2020 / LAIN-LAIN
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily turut prihatin terhadap dampak virus Corona (Covid-19) terhadap dunia pendidikan, termasuk...