KOMISI XI DPR PERTANYAKAN ANGKA PERTUMBUHAN BI

03-02-2009 / KOMISI XI
Komisi XI DPR mempertanyakan angka pertumbuhan dari Bank Indonesia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 2009 sebesar 4-5 Persen. Hal tersebut mengemuka saat Komisi XI DPR mengadakan Rapat Kerja dengan Gubernur BI Boediono yang dipimpin oleh Ketua Komisi XI DPR Achmad Hafidz Zawawi, di Gedung Nusantara I, Senin, (2/2) Menurut Rijal Djalil (F-PAN) angka yang dikeluarkan BI lebih bersifat politis semata bukan persoalan teknis. “Ini terlihat karena mulai dekat dengan Pemilu maka angkanya 4-5 persen,”tegasnya. Rijal mengatakan, persoalan pertumbuhan ekonomi bersifat maya semata karena itu harus bersifat teknis. Hal senada disampaikan oleh, Ketua Komisi XI DPR Achmad H.Zawawi, menurutnya, persoalan pertumbuhan sangat maya. Karena itu apabila perkiraan 2-3 persen tetapi dilapangan bisa jauh diluar perkiraan, “Jadi indikasi dilapangan harus dipertimbangkan dan ini semua merupakan tanggung jawab bersama,”terangnya. Habil Marati (F-PPP) mengatakan, laporan BI terlihat tidak konsisten dan cenderung hanya mengikuti pemerintah karena pertumbuhan terkait dengan pertumbuhan lapangan pekerjaan. “Ketika pertumbuhan turun kok ini malah pengangguran turun ini terlihat manipulative, dan spekulatif,”terangnya. Ia mempertanyakan apakah benar bila pertumbuhan ekonomi 1 persen dapat menambah 400 angka pengangguran. Habil juga menyoroti pemberian stimulus sebesar 15 Triliun, menurutnya, stimulus Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak bisa disebut sebagai mendorong pertumbuhan ekonomi. “Seharusnya BI mendorong pasar domestic atau sektor riil,”katanya. Ramson Siagian (F-PDIP) mengatakan, BI harus berusaha mencegah jangan sampai Indonesia depresi akibat krisis financial global. “BI harus memberikan klasifikasi debitor potensial bangkrut sehingga dapat dicegah jangan sampai menjadi bangkrut total,”tegasnya. pada kesempatan itu, Drajad Wibowo (F-PAN) menyoroti estimasi BI yang menyatakan inflasi cenderung turun, karena menurutnya, hal itu tidak bisa diterima, karena harga beras di lapangan cenderung naik dan juga kebutuhan pokok lainnya. “disamping itu data BPS juga cenderung tidak akurat karena ada penilaian energy dengan bobot tinggi,”katanya. Gubernur BI Boediono mengatakan, pertumbuhan ekonomi saat ini berada pada kisaran 4-5 persen dengan sumber utama pendorong pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi terutama konsumsi swasta. “Inflasi juga cenderung menurun pada tahun 2009 ini,”terangnya. (si)

  • SHARES
BERITA TERKAIT
KUR Mampu Persempit Disparitas dan Kesenjangan Ekonomi
11-09-2019 / KOMISI XI
Komisi XI DPR RI ingin memastikan kredit usaha rakyat (KUR) yang mengucur kepada masyarakat benar-benar produktif. KUR bukan hanya mampu...
KUR Mampu Atasi Permasalahan Ekonomi Tingkat Bawah
11-09-2019 / KOMISI XI
Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi program andalan pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dapat menguatkan ekonomi rakyat dan mengatasi segala...
KUR Harus Memberdayakan Masyarakat
10-09-2019 / KOMISI XI
Kredit usaha rakyat (KUR) yang sedang digalakkan oleh sejumlah perbankan plat merah diupayakan mampu memberdayakan ekonomi masyarakat. Tidak hanya itu,...
Penyaluran KUR di Yogyakarta Diapresiasi
09-09-2019 / KOMISI XI
Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Provinsi Yogyakarta sangat diapresiasi oleh Komisi XI DPR RI. Dimana, BNI 46 sebagai salah...