Popong Otje Djundjunan; TUGAS DPR 2004-2014 KEMBALIKAN CITRA POSITIF

01-10-2009 / LAIN-LAIN

 

Anggota DPR asal Jawa Barat Ny. Popong Otje Djundjunan menyatakan, tugas berat paling utama bagi anggota DPR periode 2009-2014 adalah mengembalikan citra lembaga. “ Ini paling berat, sebab DPR sebelumnya citranya rendah,” ujarnya menjawab Jurnal seusai mengikuti acara Pelantikan Anggota DPR dan DPD periode 2009-2014 di Gedung Nusantara Komplek MPR/DPR Senayan, Kamis (1/10) .

Menurut politisi Partai Golkar ini, sebetulnya mayoritas anggota DPR lalu adalah orang-orang baik, penuh tanggungjawab tapi ada satu peribahasa nilai setitik rusak susu sebelanga. Hanya sedikit sekali orang yang menjadi “ nila” tapi akibatnya sangat fatal. Masyarakat suka menggeneralisir, bahwa anggota DPR mayoritas orang tidak baik.  “ Karena ada nila itu, maka tugas kami anggota DPR baru adalah mengembalikan citra lembaga tinggi negara ini,” tegasnya.

Caranya, kata Popong, motivasi setiap anggota DPR yang datang ke Senayan adalah untuk memperjuangkan rakyat yang diwakilinya. Dan menurutnya,  bukan hanya pinter dan menguasai permasalahan tapi yang paling penting adalah rasa love, cinta kepada rakyat yang diwakilinya. Karena kalau mau melangkah diawali dengan modal rasa cinta, pasti kita akan berbuat yang terbaik.

“ Meski mulanya kurang pengalaman, tapi karena modalnya adalah sayang kepada rakyat, maka pasti akan berusaha menjadi to the best (yang terbaik) kepada rakyat yang diwakilinya,” ujarnya.

 Menurut Otje yang pernah menjadi anggota DPR tiga periode sebelumnya, kalau anggota DPR yang terkena kasus hanya sepuluh orang, itu jumlah yang kecil dibanding jumlah anggota 550 orang. “ Seharusnya jangan digeneralisir,” tandasnya.

DPR adalah lembaga pengabdian kepada rakyat, jangan cari kekayaan di DPR. “ Kalau ingin kaya jadi pengusaha dong, tidak usah jadi wakil rakyat. Menjadi anggota DPR bukan untuk cari duit, tapi berbuat yang terbaik untuk kepentingan rakyat. Pasti citra Dewan akan meningkat, “ tandasnya.

Ia memberikan jalan keluar diantaranya, yang pertama laksanakan tugas sesuai peraturan yang ada, tata tertib laksanakan dengan baik. Misalnya disiplin, sidang mulai jam 09.00 kenapa tidak bisa tepat jam 09.00 dimulai, kenapa harus jam 10.00 . Meski kelihatanya sepele tapi ini menjadi awal tegaknya disiplin yang baik. Ditegaskan Popong, kalau sudah terlambat dan  malas nggak usah datang ke gedung DPR, balik saja ke daerah. “ Apakah partai yang akan mengganti antar waktu (recall)  itu urusan partai.  Saya tegas bahwa disini bukan untuk cari duit, kalau cari duit jadi pengusaha,” ungkapnya lagi.

Saat ditanya, pada awalnya orang masuk DPR adalah baik tetapi saat memproses undang-undang atau anggaaran dan proyek lalu tergoda KKN, Popong menyatakan, kalau berangkat jadi anggota DPR dari rasa cinta tidak mungkin akan memanfaatkan peluang untuk kepentingan sendiri. “ Tidak mungkin”. Dipilih sebagai anggota DPR bukan untuk memanfaatkan peluang berbuat hal-hal yang negative, tapi untuk bekerja dan bekerja bagi rakyat

Apakah optimis anggota Dewan sekarang ini 70% wajah baru mampu meningkatkan citra buruk yang ditinggalkan Dewan sebelumnya, kata Popong dia bertekad akan bisa mewujudkan hal itu. “ Saya yakin kalau semua anggota motivasinya sama memperjuangkan aspirasi rakyat, mau tua atau muda maupun dari partai apapun asalnya dan dari daerah manapun,  maka akan berhasil. Tekadnya ini bukan main-main, tapi akan dilaksanakan dengan konsisten.

Anggota Komisi berapa yang diincar, dia berujar, ingin menjadi anggota Komisi II, yang menangani masalah dalam negeri. Pemerintahan termasuk otonomi daerah. Pasalnya,  otonomi daerah sekarang ini sangat menentukan, misalnya apakah rakyat akan bisa sejahtera itu tergantung kepada pelaksana-pelaksana otonomi daerah.

Menanggapi sorotan media yang memojokkan kepada anggota DPR baru bermental lama, politisi asal Bandung ini menyatakan, belum apa-apa sudah dituduh negative. Artinya bukan mau dipuji, apakah sudah bisa dinilai, dilantik saja belum. Harusnya lihat dulu, jangan buru-buru DPR dicap muka baru mental lama, nggak bisa dong. “ Beri kesempatan kerja dulu, setelah sebulan atau dua bulan boleh dikomentari, sampaikan kritik,  kami persilahkan,” ujarnya bijak. (mp)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Keputusan MA Kasus First Travel Janggal
21-11-2019 / LAIN-LAIN
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Sadzily menyatakan ada kejanggalan dalam putusan Mahkamah Agung (MA) terhadap proses hukum...
Fahri Hamzah: Pilkada Langsung Cukup di Tingkat II
19-11-2019 / LAIN-LAIN
Diskursus Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung di tingkat II (kabupaten/kota) mengemuka kembali. Sebaliknya, pemilihan gubernur (tingkat I) dikembalikan saja...
Revisi UU Pilkada Baru Sebatas Wacana
19-11-2019 / LAIN-LAIN
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustofa menegaskan bahwa sampai saat ini revisi UU Pilkadamasih baru sebatas wacana atau...
Tuntaskan PR BPJS Kesehatan
13-11-2019 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menegaskan agar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang Kesehatan segera menyelesaikan bermacam...